Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik pengoperasian long line serta menganalisis tingkat keramahan lingkungan alat tangkap tersebut pada KM Permata 318 yang beroperasi di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 573 Selatan Pulau Timor. Penelitian dilaksanakan melalui metode observasi langsung di atas kapal, wawancara dengan Nakhoda dan Anak Buah Kapal (ABK), serta dokumentasi selama kegiatan penangkapan ikan berlangsung. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan mengacu pada indikator alat tangkap ramah lingkungan menurut FAO (Food and Agriculture Organization). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengoperasian long line pada KM Permata 318 terdiri terbagi beberapa tahapan, yaitu persiapan operasi, setting, soaking, hauling, penanganan hasil tangkapan, dan penyimpanan hasil tangkapan. Long line memiliki komponen utama berupa tali utama, tali cabang, mata pancing, pelampung, pemberat, dan radio buoy. Daerah penangkapan di WPPNRI 573 Selatan Pulau Timor dengan target utama ikan tuna, khususnya tuna sirip kuning (yellowfin tuna) dan tuna mata besar (big eye tuna). Berdasarkan analisis tingkat keramahan lingkungan menggunakan kriteria FAO, long line pada KM. Permata 318 termasuk dalam kategori ramah lingkungan karena memiliki selektivitas tinggi, tidak merusak habitat dasar perairan, hasil tangkapan berkualitas baik, dan dampak terhadap biodiversitas relatif rendah. Namun demikian, masih diperlukan mitigasi hasil tangkapan sampingan (bycatch) untuk mengurangi penangkapan tidak disengaja terhadap spesies yang dilindungi seperti hiu dan penyu.