Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

AL-MUBALAGHAH DALAM QASIDAH BURDAH (KAJIAN ILMU BADI’) Muhammad Japri; Muhammad Syahran
AL MUALLAQAT Vol. 3 No. 1 (2023): Balagah dan Manajemen Pembelajaran Bahasa Arab
Publisher : Program Studi Bahasa dan Sastra Arab STAIN Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang salah satu topik pembahasan ilmubalaghah dalam kajian ilmu badi yaitu uslub mubalaghah yangterdapat pada salah satu syair shalawat yang terkenal karya dariimam al-bishri yaitu Qasidah Burdah. Jenis penelitian ini adalahstudi pustaka yang dilakukan dengan mengumpulkan dokumendokumenyang berhubungan dengan tema penelitian ini. Teknikanalisis data dalam penelitian ini yaitu menggunakan analisisdeskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adasebelas uslub mubalaghah yang terdapat dalam qasidah burdah,dimana semua itu terdiri atas mubalaghah tabligh yang berjumlahlima, Ighraq berjumlah dua dan Ghuluw berjumlah empat. Dengangaya bahasa Al mubalagah yang terdapat pada Qashidah Burdah,maka dapat dibuktikan bahwa syair tersebut memilikikeistimewaan darisegi maknanya.
KHALIFAH ALI BIN ABI THALIB : KRISIS POLITIK, PENATAAN ADMINISTRASI DAN KONSTRIBUSI PENDIDIKAN DALAM PERADABAN ISLAM Muhammad Japri
El-Fakhru Vol. 4 No. 2 (2025): El-Fakhru
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/elfakhru.v4i2.1951

Abstract

Masa kekhalifahan Ali bin Abi Thalib (35-40 H) merupakan periode tersulit dalam sejarah Khulafaur Rasyidin, yang diwarnai oleh kekacauan politik dan perpecahan internal pasca terbunuhnya Khalifah Utsman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biografi, kebijakan pemerintahan, tantangan politik, serta kontribusi peradaban pada masa pemerintahan Ali. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan historis (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan Ali berfokus pada penegakan hukum dan pembenahan administrasi, seperti pemindahan ibu kota dari Madinah ke Kufah, penggantian gubernur yang bermasalah, dan penataan Baitul Mal. Namun, kebijakan ini memicu resistensi besar yang berujung pada perang saudara (Perang Jamal, Shiffin, dan Nahrawan). Meskipun penuh gejolak politik, era ini memberikan sumbangsih penting bagi peradaban Islam melalui peletakan dasar Ilmu Nahwu yang diprakarsai oleh Ali untuk menjaga otentisitas Al-Qur'an di tengah meluasnya wilayah Islam.