Masa kekhalifahan Ali bin Abi Thalib (35-40 H) merupakan periode tersulit dalam sejarah Khulafaur Rasyidin, yang diwarnai oleh kekacauan politik dan perpecahan internal pasca terbunuhnya Khalifah Utsman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biografi, kebijakan pemerintahan, tantangan politik, serta kontribusi peradaban pada masa pemerintahan Ali. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan historis (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan Ali berfokus pada penegakan hukum dan pembenahan administrasi, seperti pemindahan ibu kota dari Madinah ke Kufah, penggantian gubernur yang bermasalah, dan penataan Baitul Mal. Namun, kebijakan ini memicu resistensi besar yang berujung pada perang saudara (Perang Jamal, Shiffin, dan Nahrawan). Meskipun penuh gejolak politik, era ini memberikan sumbangsih penting bagi peradaban Islam melalui peletakan dasar Ilmu Nahwu yang diprakarsai oleh Ali untuk menjaga otentisitas Al-Qur'an di tengah meluasnya wilayah Islam.
Copyrights © 2025