Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi Seputar Kehamilan di Puskesmas Campalagian Kabupaten Polman Evi Wulandari; Tuty Alawiyah Alimuddin; Sri Aryati Artha
STIKes BBM Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): STIKES BBM Mengabdi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56467/bbm.v2i2.322

Abstract

Kehamilan yang sehat merupakan suatu hal yang sangat diinginkan bagi setiap ibu hamil. Banyak faktor yang mempengaruhi kondisi ibu dan janin, tidak hanya berasal dari ibu begitu juga dari suami, keluarga serta lingkungan masyarakat. Wanita dalam masa kehamilan banyak mengalami perubahan dalam dirinya, baik secara fisik maupun psikologisnya. Pada tahun 2020, jumlah kematian maternal di Indonesia mencapai 4.627 jiwa. Beberapa penyebab kematian maternal meliputi perdarahan sebanyak 1.330 kasus, hipertensi dalam kehamilan 1.110 kasus, infeksi 216 kasus, gangguan sistem peredaran darah 230 kasus, gangguan metabolik 144 kasus, jantung 33 kasus, COVID-19 sebanyak 5 kasus, dan lain-lain sebanyak 1.584 kasus. Jumlah kematian di Indonesia juga cukup tinggi pada tahun 2020, tercatat sebanyak 20.266 kasus. Tim Dosen STIKes Bina Bangsa Majene bekerjasama dengan Puskesmas Campalgian untuk memberikan edukasi kepada ibu hamil terkait seputar kehamilan di Puskesmas Campalagian Kabupaten Polewali Mandar. Tujuan kegiatan Pengabdian Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil terkait mitos seputar kehamilan, tanda bahaya kehamilan dan nutrisi yang dibutuhkan ibu hamil selama masa kehamilan di Puskesmas Campalagian Kabupaten Polewali Mandar. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini yaitu melakukan study pendahuluan untuk kegiatan pelaksanaan Pengabdian Masyarakat selanjutnya membuat persiapan dalam rangka pelaksanaan Pengabdian Masyarakat dengan membuat beberapa perencanaan, diantaranya menentukan lokasi pelaksanaan kegiatan Pengabdian Masyarakat, menentukan sasaran, dan waktu pelaksanaan kegiatan Pengabdian Masyarakat. Hasil yang telah dicapai adalah terlaksananya Pengabdian Masyarakat yaitu pemberian edukasi seputar kehamilan oleh tim Dosen dari STIKes Bina Bangsa Majene dan didampingi oleh Bidan di Puskesmas Campalagian Kabupaten Polewali Mandar.
Pengenalan Kegawatdaruratan pada Bayi, Balita, dan Anak di Kelurahan Lembang Kabupaten Majene Nurfadilah, Nurfadilah; Sri Aryati Artha; Hastuti, Hastuti
STIKes BBM Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): STIKES BBM Mengabdi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56467/bbm.v2i2.326

Abstract

Angka kematian ibu dan bayi di Indonesia masih cukup tinggi. Hal ini merupakan momok terbesar bagi seorang bidan dalam melaksanakan pelayanan kebidanan. MDGs 2015 telah menetapkan target untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) menjadi 102 per 100.000 kelahiran hidup serta Angka Kematian Bayi (AKB) menjadi 23 per 1000 kelahiran hidup. Sebenarnya kematian ibu dan bayi ini dapat dicegah melalui deteksi dini terjadinya kasus serta rujukan yang cepat dan tepat untuk setiap kasus kegawatdaruratan pada maternal dan neonatal. Pada fase ini, bayi baru lahir sangat rentan terhadap gangguan kesehatan dikarenakan adanya proses adaptasi dari intrauterin ke ekstrauterin serta daya tahan tubuh yang masih rendah(Feri & Oktaviani, 2021). Gawat darurat adalah keadaan di mana seseorang memerlukan pertolongan segera karena tidak mendapatkan pertolongan pertama dapat mengancam nyawanya atau menyebabkan kecacatan permanen(Gaol et al., 2024). Kegawatdaruratan adalah kejadian yang tidak diduga atau terjadi secara tiba-tiba, seringkali merupakan kejadian yang berbahaya (Dorlan, 2011). Kegawatdaruratan dapat juga didefinisikan sebagai situasi serius dan kadang kala berbahaya yang terjadi secara tiba-tiba dan tidak terduga dan membutuhkan tindakan segera guna menyelamatkan jiwa/nyawa (Campbell, 2000). Metode, Pre-test pengetahuan tentang penanganan awal kegawatdaruratan pada bayi, balita, dan anak dilakukan sebelum kegiatan dimulai. Kemudian, dengan menggunakan lembar observasi, pendidikan kesehatan diberikan melalui presentasi PowerPoint dan demonstrasi penanganan awal kegawatdaruratan pada bayi, balita, dan anak di depan responden. Hasil pretest pengetahuan ibu menunjukkan empat ibu (25%) memiliki pengetahuan yang baik dan dua belas ibu (75%) memiliki pengetahuan yang kurang. Kebanyakan pertanyaan tentang pertolongan pertama dan pencegahan.Kesimpulan, kegiatan edukasi tentang penanganan awal kegawatdaruratan untuk bayi, balita, dan anak-anak telah berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam menangani situasi darurat pada anak-anak