Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MEMBANGUN MINDSET DAN MOTIVASI BERWIRAUSAHA SISWA SMA PONDOK PESANTREN IBNUL QOYYIM Sulastiningsih, Sulastiningsih; Prasetyo, Agung Slamet; Dewi, Nadia Ayu Saraswati; Ambarwati, Arum; Ramadhan, Maulana Fajar; Mulyani, Sri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Widya Wiwaha Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Widya Wiwaha
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat Widya Wiwaha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kewirausahaan (Entrepreneurship) adalah suatu ilmu yang mengkaji tentang pengembangan dan pembangunan semangat kreativitas serta keberanian menanggung risiko terhadap pekerjaan yang dilakukan demi mewujudkan suatu hasil karya. Tujuan membangun mindset dan spirit dalam pengabdian masyarakat ini adalah membangun motivasi untuk mendorong siswa menjadi kreatif, inovatif serta dapat melihat peluang berwirausaha dan mengurangi pengangguran di masa depan. Masalah dari sulit berkembangnya wirausaha dari kalangan masyarakat muda adalah karena kurangnya motivasi, pengetahuan dan skill mengenai kewirausahaan, sehingga penting untuk menanamkan motivasi dan mindset kepada siswa sebagai generasi muda di masa mendatang. Tujuan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah memberikan pengetahuan serta motivasi mengenai kewirausahaan kepada Siswa Menengah Atas (SMA) Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim. Kegiatan program PKM ini dilakukan dengan metode presentasi, sosialisasi dan diskusi kepada siswa SMA Ibnul Qoyyim mengenai konsep, alur serta karakteristik spirit berwirausaha. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa memiliki minat dan motivasi yang tinggi untuk berwirausaha. Disisi lain, pengetahuan dan peran dukungan dari lembaga sekolah dan keluarga masih minim, siswa masih merasa bingung dan takut untuk memulai. Peran keluarga, masyarakat, lembaga pendidikan, pemerintah, dan swasta sangat dibutuhkan untuk membantu menciptakan wirausaha muda.
Representasi Gender Dalam Film La La La Land (2016) Ramadhan, Maulana Fajar
Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Sosial Politik Vol. 3 No. 3 (2026): Januari - Maret
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jiksp.v3i3.4099

Abstract

Film as a mass medium plays a significant role in constructing and representing social realities, including gender representation. La La Land (2016) is an interesting subject of study as it portrays the dynamics of male and female roles within the highly competitive entertainment industry. This study aims to analyze how gender  representation is constructed through characters, narratives, and visual elements in La La Land. The research employs a qualitative approach using Roland Barthes’ semiotic analysis and Stuart Hall’s representation theory, supported by Laura Mulvey’s feminist media theory and Judith Butler’s gender performativity theory. The findings reveal that the film still contains elements of the male gaze, particularly in its depiction of the female character during casting scenes, while simultaneously presenting an empowered and independent female representation. Furthermore, the film portrays modern masculinity as emotional and non-dominant. The study concludes that La La Land reflects a shift in gender representation in contemporary popular cinema, although certain gender biases remain present.
Evaluasi Kinerja Karyawan pada Warteg Ibu Dewi di Semarang Ramadhan, Maulana Fajar; Suhartono, Suhartono
Benefit: Journal of Bussiness, Economics, and Finance Vol. 4 No. 3 (2026): BENEFIT: Journal Of Business, Economics, and Finance
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab penurunan kinerja karyawan di Warteg Ibu Dewi Semarang serta merumuskan strategi peningkatan kinerja yang berkelanjutan. Penelitian dilatarbelakangi oleh menurunnya omzet usaha dari Rp48,5 juta menjadi Rp35,8 juta, meningkatnya tingkat ketidakhadiran karyawan dari 6% menjadi 15%, serta bertambahnya keluhan pelanggan dari 4 menjadi 15 kasus per bulan selama periode 2022–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan kinerja karyawan dipengaruhi oleh enam faktor utama, yaitu ketiadaan sistem evaluasi kinerja yang formal dan terstruktur, ketidakjelasan indikator kinerja, pelaksanaan evaluasi yang tidak rutin, pemberian umpan balik yang kurang efektif, ketiadaan dokumentasi hasil evaluasi, serta keterbatasan manajerial dari pihak pemilik, meliputi kurangnya pengetahuan manajemen, keterbatasan waktu, tingginya beban kerja, dan ketergantungan pada karyawan. Berdasarkan temuan tersebut, strategi peningkatan kinerja yang direkomendasikan mencakup penerapan sistem evaluasi kinerja sederhana dengan indikator yang jelas, pemberian umpan balik yang konstruktif, pemberian insentif bagi karyawan berprestasi, serta pelatihan dan pembinaan karyawan secara berkala. Strategi tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kinerja karyawan secara berkelanjutan dan berdampak positif terhadap kualitas layanan serta kinerja usaha.