Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Metode Fitoremediasi Dalam Pengelolaan Air Asam Tambang Batubara (Fe Dan Mn) Berdasarkan Literatur Review Leka, Emil
Jurnal Kimia dan Ilmu Lingkungan: Chemviro Vol. 2 No. 1 (2024): Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/chemviro.v2i1.809

Abstract

Abstrak: Air asam tambang (AAT) adalah air yang berasal dari tambang atau batuan yangmengandung mineral sulfida yang tersingkap dan teroksidasi oleh kegiatan penambangan terbuka.Kandungan sulfat dan logam yang tinggi di dalam air asam tambang menyebabkan kerusakanlingkungan yang signifikan, sehingga memerlukan perawatan khusus. Hampir semua limbahindustri mengandung logam berat. Semakin banyak industri akan meningkatkan pencemaransumber air karena limbah industri. Tujuan dari penelitian ini sebagai acuan dalam menganalisisjenis tanaman yang cepat dalam proses penyerapan logam berat Besi (Fe) dan Mangan (Mn) di airdengan menggunakan metode fitoremediasi. Diharapkan metode pengelolaan air asam tambangyang mudah digunakan, murah, dan ramah lingkungan akan diterapkan untuk pembangunanberkelanjutan. Salah satu teknik rehabilitasi lingkungan tercemar AAT adalah fitoremediasi.Fitoremediasi adalah metode yang paling efektif untuk mengelola air asam tambang. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa beberapa tanaman sangat efektif dan signifikan dalam membantupenyerapan kandungan logam berat besi (Fe) dan Mangan (Mn) yang terdapat pad air asamtambang. Hasil penelitian menunjukan tanaman Mata Lele (Lemna minor) 100 ppm dan Genjer(Limnocharis flava) 99,168% adalah tanaman yang paling cocok untuk metode fitoremediasi ketikamengendalikan air asam tambang.Kata Kunci: Fitoremediasi, Air Asam Tambang, Tanaman
Overview Metode Fitoremediasi dalam Pengelolaan Tanah Tercemar Merkuri (Hg) pada Lahan Bekas Tambang Leka, Emil
Jurnal Kimia dan Ilmu Lingkungan: Chemviro Vol. 2 No. 1 (2024): Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/chemviro.v2i1.820

Abstract

Abstrak : Polusi merkuri tanah telah menjadi masalah lingkungan global. Ini terjadi di lokasi penambangan merkuri, pabrik industri klorin, dan peleburan emas artisanal, antara lain, dan menyebabkan banyak lokasi Terkena polusi merkuri. fitoremediasi" berarti penggunaan tanaman dan mikroba tanah yang terkait untuk mengurangi jumlah kontaminan atau efek racunnya Ini mencakup berbagai metode, tetapi phytoextraction—yang pertama kali dianggap sebagai metode fitoremediasi yang paling menguntungkan saat ini. Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Menentukan apakah metode fitoremediasi mengurangi konsentrasi merkuri (Hg) pada tanah yang tercemar merkuri (Hg), dan 2. Menentukan seberapa efektif tanaman dalam menyerap merkuri (Hg) dari tanah yang tercemar merkuri (Hg), metode Penelitian ini berdasarkan literatur review baik jurnal nasional maupun internasional, Berdasarkan ulasan literatur, dapat disimpulkan bahwa tanaman membantu penyerapan kandungan logam merkuri (Hg) dalam tanah secara signifikan dan efektif. Beberapa tanaman dapat bertahan dalam tanah yang tercemar logam berat, dan tanaman tersebut dapat digunakan dengan mudah pada tanah yang tercemar merkuri (Hg). Kata kunci: fitoremediasi, merkuri, tanaman.
Metode Fitoremediasi Dalam Pengelolaan air Tercemar Logam Timbal (Pb) dan Kromium (Cr) Berdasarkan Literatur Review Leka, Emil
Jurnal Kimia dan Ilmu Lingkungan: Chemviro Vol. 2 No. 2 (2024): Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/chemviro.v2i2.960

Abstract

Heavy metals (HM) are metals with high density and high electrical conductivity. It is an important part of the earth's crust and appears in our environment through natural (volcanoes, springs) and human activities (use of fossil fuels, agriculture and industry). The high sulfate and metal content in acid mine drainage causes significant environmental damage, requiring special treatment. Almost all industrial waste contains heavy metals. More industry will increase pollution of water sources due to industrial waste. The purpose of this research is as a reference in analyzing plant types that quickly absorb the heavy metals Lead (Pb) and Chromium (Cr) in water using the phytoremediation method. It is hoped that acid mine drainage management methods that are easy to use, cheap and environmentally friendly will be implemented for sustainable development. One of the rehabilitation techniques for AAT polluted environments is phytoremediation. Phytoremediation is the most effective method for managing acid mine drainage. The research results show that several plants are very effective and significant in helping the absorption of the heavy metals Lead (Pb) and Chromium (Cr) contained in acid mine drainage. The research results showed that water spinach (Ipomea Aquatic) 95.8% and water jasmine (Echinodorus Palaefolius) 92.5% were the most suitable plants for the phytoremediation method when controlling acid mine drainage.