Permana, Kefas Satria
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Syair Riak dalam Prosesi Perkawinan Suku Dayak Ma’anyan di Sanggar Seni Igal Jue: Syair Riak, Perkawinan Suku Dayak ,Wurung Jue Pangky, Deasky; Asi, Yuliati Eka; Permana, Kefas Satria
Tambuleng Vol 4 No 2 (2023): Tambuleng: Jurnal Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/jt.v4i2.10109

Abstract

Perkawinan suku Dayak Ma’anyan yang ada di Kalimantan Tengah dilakukan dengan prosesi Wurung Jue, dalam pelaksanaannya dilantukan suatu syair riak diiringi oleh ragam gerak dan musik yang dibawakan oleh sanggar kesenian. Riak sendiri merupakan syair yang mengungkapkan tujuan dari prosesi yang dijalankan setiap sesinya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ditujukan untuk mengetahui gambaran, fungsi dan arti dari syair riak, narasumber penelitian ini dari penari dan pemusik dari Sanggar Seni dan Budaya Igal Jue. Data diperoleh dari data primer yang merupakan data utama langsung dari lapangan dengan mewawancarai. Data Sekunder berupa foto dan dokumentasi, syair-syair riak serta arti dan maksudnya. Data dianalisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1). Syair riak dibuat menggunakan bahasa pangunraun atau Dayak Maanyan, Lawangan, Dusun, Ngaju, Banjar dan Indonesia atau menyeseuikan daerah prosesi, riak ditampilkan denga cara dilantukan dengan tambahan nada awal dan akhir dengan vokal secara umum yakni “E”, “I”, “O”. 2). Bentuk dan struktur ucapan syair riak secara musikal dalam prosesi perkawinan suku Dayak Ma’anyan ketika dilantunkan memiliki suatu unsur musikal yaitu melodi dan ritme. Unsur-unsur musikal dilantunkan untuk menghasilkan daya tarik tersendiri. Dalam pelantunan riak terdapat adanya pengolahan motif dan frase meliputi : 1. Repetisi, terdiri dari a). Repitisi Motif dan b). Repetisi Frase; 2. Modifikasi Frase, terdiri dari a). Modifikasi Melodi dan b). Modifikasi Ritme; dan 3. Ornamentasi. 3). Fungsi syair riak yakni sebagai media ritual penuntun prosesi acara, penghibur dan media komunikasi.
Analisis Musik Upacara Adat Bokas Di Desa Kalahien Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan: permana, yohanes; Andin, Jimy O; Permana, Kefas Satria
Tambuleng Vol 4 No 2 (2023): Tambuleng: Jurnal Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/jt.v4i2.10428

Abstract

Musik merupakan bagian penting sebuah upacara dalam adat istiadat. Musik bagi msayarakat Dayak tidak hanya mempunyai peranan dalam kehidupan, tetapi mengandung nilai-nilai religius masyarakat sesuai dengan adat dan kepercayaan yang dianut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekakan secara deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ditujukan untuk mengetahui musik upacara adat bokas, organ musik, dinamika musik upacara adat Bokas di Desa Kalahien Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan. Narasumber penelitian yakni 1 orang Balian Bokas, 1 orang Mantir Adat dan 1 orang pemain musik Bokas. Data diperoleh dari data primer yang langsung dari lapangan dengan mewawancarai. Data Sekunder berupa foto dan dokumentasi acara Bokas. Data dianalisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan 1. Organ musik dalam upacara Bokas yakni terdapat tiga alat musik yakni gong, kenong dan gendang. Alat musik gong terdiri dari lima buah gong, kenong dengan lima buah nada, dan gendang dengan tiga buah nada. 2. Bentuk dan Struktur musik Bokas terdiri dari: a). Musik Batopas merupakan rangkaian awal dari Musik Bokas, dibagian awal ini instrumen yang digunakan adalah gong saja. b). Musik Limpung Jagung mengunakan instrumen gong dengan pola yang tetap, pola irama pada musik Limpung Jagung memiliki irama yang lebih rapat. c). Musik palu Bokas terdapat tiga instrumen yang dimainkan secara simultanitas. Terdapat perpaduan permainan antara instrumen gong, kenong dan gendang yang bergerak sangat dinamis namun saling mengikat. d). Musik Karang Dodo musiknya terjadi interlocking ritme, muncul interlocking yang saling mengisi, lebih rapat secara tempo. e). Musik Sarang Murung terdengan bunyi gong dan kenong memainkan irama secara rampak bersamaan disusul dengan gendang yang memberikan aksen-aksen tertentu pada ketukan-ketukan berat. 3). Alur penyajian musik Bokas yakni : a). Pada sesi pertama ritual dimainkan musik Batompas, musik ini dimainkan memberikan pertanda bahwa bahan atau syarat-syarat ritual sudah siap untuk dihidangkan. b). Prosesi selanjutnya menggunakan musik Limpung Jagung, Palu Bokas, dan Sarang Murung yang dimainkan secara bergantian dengan prosesi menari bersama-sama orang banyak. c). Musik terakhir yakni musik Karang Dodo yang dimainkan pada sesi terakhir ritual sampai prosesi selesai musik kemudian dimatikan dan tidak dimainkan lagi.