Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS STRUKTUR BANGUNAN RUANG PERAWATAN ISOLASI DAN LOGISTIK NON MEDIK RUMAH SAKIT Dr. SOETARTO YOGYAKARTA Armanda, Fellynia Rizky; Sarwhadamana, Raden Jaka; Ulhaq, Muhammad Zia; Putri, Imram Radne Rimba; Emelda, Hardianti Octapiani; Indriani, Ida; Muhajir, Mia Aulia
Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Sakit dr. Soetarto Yogyakarta adalah rumah sakit milik TNI AD Kota Yogyakarta yang berwujud Rumah Sakit Umum (RSU), yang dinaungi oleh TNI AD. Misi Rumah Sakit DKT dr. Soetarto Yogyakarta yaitu memberikan pelayanan kesehatan yang prima bagi anggota TNI AD, PNS, dan Keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur bangunan ruang isolasi, linen, dapur dan toilet yang sesuai dengan standar Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 Tahun 2016 dan nomor 14 Tahun 2021 di Rumah Sakit dr. Soetarto Yogyakarta. Penelitian dilakukan dengan menggunakan deskriptif observasional serta wawancara secara mendetail kepada narasumber yaitu 2 perawat diruangan isolasi dan 1 penanggungjawab diruangan linen dengan menggunakan kuesioner tentang persyaratan teknis bangunan dan prasarana Rumah Sakit yang dikeluarkan oleh Peraturan Menteri Kesehatan No.24 Tahun 2016 Tentang Persyaratan Teknis Bangunan dan Prasarana Rumah Sakit di Unit Rawat Inap Rumah Sakit Dr. Soetarto Yogyakarta. Teknik pengambilan informan menggunakan purposive sampling, sedangkan untuk nalisis data menggunakan deskriptif. Hasil dari penelitian ini bahwa yang sudah memenuhi standar struktur bangunan adalah (100%) pada ruang linen bersih dan ruang isolasi (70%), pada dapur kecil/pantry (100%). Yang belum memenuhi standar struktur bangunan adalah ruang ruang ICU hanya (60%) dan toilet yang sudah memenuhi standar adalah linen dan pantry sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 Tahun 2016.
Pencegahan Seks Bebas Pada Remaja Di Era Digitalisasi Di Smp Negeri 1 Pakis, Magelang, Jawa Tengah Indriani, Ida; Rimba Putri, Imram Radne; Chumaida, Faza
Bangun Desa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jbd.2023.2(1).33-37

Abstract

 Free sex is sexual relations that are carried out outside of marriage, either consensual or in the world of prostitution, such as intimate peace, making out, to having sexual contact, but this behavior is considered not in accordance with the norm because adolescents do not have experience about sexuality. In Indonesia, there are around 4.5% of male youth and 0.7% of female adolescents aged 15-19 who admit to having had premarital sex. In adolescents aged 15-19 years, the largest proportion is for the first time at the age of 15-17 years. Approximately 33.3% of female adolescents and 34.5% of male adolescents aged 15-19 years began to become aware when they were not yet 15 years old. The record for the cumulative number of sufferers of Human Immunodeficiency Virus (HIV) and Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) until 2017 by the Magelang City AIDS Commission (KPA) was 126 sufferers. Consists of 93 HIV, 33 AIDS and 26 of them died. This community service activity has the aim of providing health education related to the importance of the dangers of free sex in adolescents and prevention of free sex in this digitalization era. The activity was attended by 35 students of SMP Negeri 1 Pakis. The method used in this community service activity is the joint discussion technique. The results of measuring the prevention of free sex in adolescents in the digitalization era before and after the socialization was given, it was found that around 95% of participants understood the prevention of free sex in adolescents in the digitalization era Keywords: Teenager, Free Sex, Digitalization