Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGALAMAN MULTISENSORI TEMAN TULI DALAM PERANCANGAN EDUKASI-HIBURAN DI KEMBANGAN Collin, Stella Felicia; Husin, Denny
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 6 No. 1 (2024): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v6i1.27495

Abstract

There is still a spatial phenomenon that concerns Deaf Friends' accessibility and their availability of facilities, including jobs and education. This acts as a consequence of Jakarta's present space shortage for edutainment facilities that might encourage employment and education. Furthermore, a significant number of public spaces fail to accommodate the visual demand of Deaf Friends demand. By enhancing the Deaf Friends' sensory experience, this research attempts to establish a non-formal edutainment area with a forum for social interaction between Deaf Friends and hearing friends. For the purpose of investigating Deaf Friends as users, the author employed a qualitative method that involved reading literature reviews and analyzing prior research on deaf rooms and special schools in Jakarta, with conducted interviews and observations. Theoretically, Deaf Friends' senses affect the way they move and go about their everyday lives. To ensure that the experience of space is felt holistically, the steps involve considering all senses. This designated outcome includes an educational-entertainment for art talent interest, exhibition and amphitheater, community cafe, indoor and outdoor park for motor sensory, as well as hearing examination and therapy area. The inventions are in the form of an edutainment area that stimulates Deaf Friends' five sensory and an interaction space that allows hearing friends to feel what Deaf Friends feel in a room. The novelty of the three programs collaboration can bring good influence both to Deaf Friends and the Hearing Friends environment. Keywords: deaf; interaction; edutainment; sensory Abstrak Fenomena ruang akses teman tuli dalam fasilitas tuli masih kurang, termasuk dalam pendidikan dan pekerjaan. Hal tersebut dapat terjadi karena isu ruang yang berkaitan dengan ruang kreativitas yang dapat menunjang pendidikan dan pekerjaan di Jakarta yang masih jarang. Tidak hanya itu, banyak fasilitas umum belum memenuhi visualisasi yang dibutuhkan oleh teman tuli. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan mengangkat ruang edukasi-hiburan yang bersifat non-formal dengan wadah interaksi sosial antara teman tuli dan teman dengar, dengan memaksimalkan sensori teman tuli. Metode kualitatif digunakan dengan membaca kajian literatur dan membedah preseden yang sudah ada terkait ruang tuli dan sekolah luar biasa di Jakarta, serta didukung dengan wawancara dan observasi untuk mendalami teman tuli sebagai pengguna. Secara hipotesis indra teman tuli berpengaruh terhadap kesehariannya dalam beraktvitas, bergerak, dan berpindah, karena sensori dan perilaku merupakan sebuah kesinambungan. Langkah yang digunakan yaitu mempertimbangkan semua indra dalam pengalaman ruang agar dapat dirasakan secara holistik. Desain yang dihasilkan berupa area edukasi-hiburan untuk minat bakat kesenian, pameran dan amphitheater, kafe komunitas, area dalam dan luar untuk sensorik motorik, serta area pemeriksaan pendengaran dan terapi. Temuannya berupa desain pelatihan dan area sensorik motorik yang menstimuli kelima indra sensori teman tuli dan ruang interaksi agar teman dengar dapat merasakan yang dirasakan oleh teman tuli pada suatu ruangan. Kebaruan dari penyatuan ketiga program dapat membawa pengaruh baik bagi teman tuli dan lingkungan teman dengar.