Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENATAAN KEMBALI KAWASAN PASAR MINGGU DENGAN PENERAPAN KONSEP TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT Cunnoris, Fernando; Yuono, Doddy
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 6 No. 2 (2024): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v6i2.30885

Abstract

The Pasar Minggu, which has long been known as an important trade and transportation center in Jakarta, is now facing significant degradation due to chaotic and disorganized conditions. This chaos not only causes a decline in the environmental quality and efficiency of the area, but also eliminates the element of integration that previously characterized Pasar Minggu. To overcome this problem, this research explores the potential for re-developing the Pasar Minggu area into a Transit-Oriented Development (TOD) area. The TOD approach aims to maximize regional potential by integrating public transportation modes, increasing connectivity, and optimizing land use. Through design that pays attention to transportation integration, it is hoped that this area can become more orderly, comfortable and sustainable. This research also emphasizes the importance of follow-up studies to ensure comprehensive planning and effective implementation. In this way, the transformation of the Pasar Minggu area can be achieved optimally, restoring its social and economic functions, and making it an example of successful TOD implementation in urban Indonesia. To overcome this problem, this research explores the potential for re-developing the Pasar Minggu area into a Transit-Oriented Development (TOD) area. The TOD approach aims to maximize regional potential by integrating public transportation modes, increasing connectivity, and optimizing land use. Through design that pays attention to transportation integration, it is hoped that this area can become more orderly, comfortable and sustainable. This research also emphasizes the importance of further studies to ensure comprehensive planning and effective implementation, so that the transformation of the Pasar Minggu area can be achieved optimally, restoring its social and economic function, and making it an example of successful TOD implementation in urban Indonesia. Keywords: Chaos; Mixed-used; Transit Abstrak Kawasan Pasar Minggu, yang selama ini dikenal sebagai pusat perdagangan dan transportasi penting di Jakarta, kini menghadapi degradasi signifikan akibat kondisi yang semrawut dan tidak teratur. Kesemrawutan ini tidak hanya menyebabkan penurunan kualitas lingkungan dan efisiensi kawasan, tetapi juga menghilangkan unsur pembauran yang sebelumnya menjadi ciri khas Pasar Minggu. Untuk mengatasi masalah ini, penelitian ini mengeksplorasi potensi pengembangan ulang kawasan Pasar Minggu menjadi kawasan Transit-Oriented Development (TOD). Pendekatan TOD bertujuan untuk memaksimalkan potensi kawasan dengan mengintegrasikan moda transportasi umum, meningkatkan konektivitas, serta mengoptimalkan penggunaan lahan. Melalui desain yang memperhatikan integrasi transportasi, diharapkan kawasan ini dapat menjadi lebih teratur, nyaman, dan berkelanjutan. Penelitian ini juga menekankan pentingnya studi lanjutan untuk memastikan perencanaan yang komprehensif dan implementasi yang efektif. Dengan demikian, transformasi kawasan Pasar Minggu dapat tercapai secara optimal, mengembalikan fungsi sosial dan ekonominya, serta menjadikannya contoh penerapan TOD yang berhasil di perkotaan Indonesia. Untuk mengatasi masalah ini, penelitian ini mengeksplorasi potensi pengembangan ulang kawasan Pasar Minggu menjadi kawasan Transit-Oriented Development (TOD). Pendekatan TOD bertujuan untuk memaksimalkan potensi kawasan dengan mengintegrasikan moda transportasi umum, meningkatkan konektivitas, serta mengoptimalkan penggunaan lahan. Melalui desain yang memperhatikan integrasi transportasi, diharapkan kawasan ini dapat menjadi lebih teratur, nyaman, dan berkelanjutan. Penelitian ini juga menekankan pentingnya studi lanjutan untuk memastikan perencanaan yang komprehensif dan implementasi yang efektif, sehingga transformasi kawasan Pasar Minggu dapat tercapai secara optimal, mengembalikan fungsi sosial dan ekonominya, serta menjadikannya contoh penerapan TOD yang berhasil di perkotaan Indonesia.