Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

GALANGAN VOC: MENGHIDUPKAN KEMBALI CITRA HISTORIS PESISIR MELALUI SPATIAL ADAPTIVE REUSE Christoper, Raymond; Gandha, Maria Veronica
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 6 No. 2 (2024): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v6i2.30926

Abstract

Modernization plays a crucial role in spreading trends and dynamic needs. A location inability to adapt with modernity can result in degradation leading to placelessness, including historic buildings. Galangan VOC is known as one of the historic building on the coast of Jakarta. Since it’s establishment, the VOC Shipyard has undergone several program changes, from shipyards to restaurants. However, due to accessibility issues and program lagging behind to modern needs, the building has become bankrupt and abandoned.  These factors make accessibility and program adaptability the main causes of placelessness. The research approach uses qualitative descriptive and phenomenological methods with a spatial adaptive reuse as design approach, which is adaptive and changeable, while still reusing existing. The research findings indicate that the restaurant is not suitable for modern needs and context, and expansion of the area towads Tongkol Street has the potential to be attractor and main access to heritage site. Therefore, the research findings suggest the need for programs that align with modern needs and context, with the main entrance facing the cultural heritage site. These programs include the Shipyard program, aimed at reviving and preserving the coastal character, and the Modernity program, as a response of adaptivity to  trendy and modern program needs, while still considering the local community. Keywords: adaptive; connector; modernity; reuse; shipyard Abstrak Modernisasi memiliki peran krusial dalam penyebaran tren dan kebutuhan dinamis. Ketidakmampuan suatu lokasi untuk beradaptasi terhadap modernisasi dapat mengakibatkan degradasi yang mengarah pada placeless, tak terkecuali pada bangunan bersejarah. Galangan VOC dikenal sebagai salah satu bangunan bersejarah di pesisir Jakarta. Sejak berdiri, Galangan VOC telah mengalami sejumlah perubahan program, mulai dari perkapalan hingga restoran. Namun, sebagai akibat dari masalah aksesibilitas, serta ketertinggalan program pada kebutuhan modern membuat bangunan ini bangkrut dan akhirnya ditinggalkan. Faktor tersebut menjadikan aksesibilitas dan ketidakmampuan adaptasi program sebagai permasalahan utama penyebab placeless place pada Galangan VOC. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dan fenomenologi dengan pendekatan desain yaitu spatial adaptive reuse yang adaptif dan dapat berubah sesuai kebutuhan, serta tetap menggunakan kembali bangunan eksisting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program restoran kurang sesuai dengan kebutuhan modern dan konteks, serta perluasan area menuju jalan tongkol berpotensi sebagai attractor dan akses utama menuju cagar budaya. Sehingga, temuan penelitian berupa kebutuhan program yang selaras dengan kebutuhan modern dan konteks, serta akses masuk utama akan berseberangan dengan cagar budaya. Program tersebut yaitu program Shipyard, dalam mengangkat, menghidupkan, dan menjaga karakter pesisir kembali, serta program Modernity sebagai respon terhadap kebutuhan program yang adaptif terhadap tren dan modern, dengan tetap mengacu pada komunitas sekitar.