Lestari, Dwi
Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

MODEL PELATIHAN ULANG (RETRAINING) PEKERJA PADA SUATU PERUSAHAAN BERDASARKAN PENILAIAN REKAN KERJA Lestari, Dwi
AdMathEdu : Mathematics Education, Mathematics, and Applied Mathematics Journal Vol 1, No 1: Juni 2011
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/admathedu.v1i1.4874

Abstract

Sistem Kriptografi Stream Cipher Berbasis Fungsi Chaos untuk Keamanan Informasi Sahid Sahid; Atmini Dhoruri; Dwi Lestari; Eminugroho Ratna Sari; Muhammad Fauzan
Jurnal Sains Dasar Vol 8, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Science, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jsd.v8i1.38666

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menerapkan Fungsi chaos Logistic Map dalam meningkatkan keamanan pengiriman informasi. Fungsi chaos memiliki tingkah laku yang sangat kompleks, irregular dan random di dalam sebuah sistem yang deterministik. Chaos mempunyai sifat yang kacau atau acak, perubahan sedikit saja akan membangkitkan bilangan yang berbeda, hal ini berguna dalam membangkitkan kunci. Fungsi chaos Logistic Map akan digunakan untuk membangkitkan kunci. Selanjutnya, digunakan fungsi sinus berosilasi tinggi untuk meningkatkan keacakan bilangan. Dalam menentukan pembangkit kunci akan digunakan protokol perjanjian kunci stickel. Selanjutnya pembangkit kunci akan di proses menggunakan fungsi chaos Logistic Map dikombinasikan dengan fungsi sinus berosilasi tinggi dan akan diperoleh kunci yang akan digunakan untuk enkripsi serta dekripsi. Pada proses enkripsi dilakukan perhitungan dengan rumus 15Ci=Ki+Pi"  mod 256, sedangkan proses dekripsi dilakukan perhitungan dengan rumus 15Ci=Ki-Pi"  mod 256, dengan 15Ci"  adalah Ciphertext, 15 Pi"  adalah Plaintext, serta 15Ki " adalah Kunci. Dengan menggunakan Logistic Map dan fungsi sinus pada pembangkit kunci diperoleh sifat chaos yang tinggi untuk nilai parameter tertentu, bersifat chaos hanya pada beberapa iterasi awal, selanjutnya error berkaitan dengan nilai 15xi=0" . Untuk nilai-nilai parameter yang lain diperoleh barisan kunci yang konvergen setelah beberapa iterasi.
MODEL PELATIHAN ULANG (RETRAINING) PEKERJA PADA SUATU PERUSAHAAN BERDASARKAN PENILAIAN REKAN KERJA Dwi Lestari
AdMathEdu : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Ilmu Matematika dan Matematika Terapan Vol 1, No 1: Juni 2011
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/admathedu.v1i1.4874

Abstract

Optimasi Perencanaan Produksi Kue Dan Bakery di Home Industry “SELARAS CAKE” Menggunakan Model Goal Programming Nusaibah Al Istiqomah; Dwi Lestari
Jurnal Fourier Vol. 6 No. 1 (2017)
Publisher : Program Studi Matematika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.375 KB) | DOI: 10.14421/fourier.2017.61.27-35

Abstract

This study aimed to: know the model of the production planning problem solving goal programming model without the priority objectives and goal programming model of the priority goals, determine the demand forecast cakes and bakery as well as to determine which is optimal between the two models in determining the amount of production. This research was conducted in bakery products such as cakes and banana muffins, brownies, sponge rollers, greenis, bakery and chocolate pizza bakery. By reviewing of some of the literature, this problem can be solved by using a goal programming models and models without priority objectives programminng goal with the priority goal. Based on the research, production plans generated from both models is identical, ie the amount of production of banana muffins as many as 31 586 units, greenis as many as 31 839 units, sponge rollers as many as 31 839 units, brownies as many as 60645 units, chocolate bakery as many as 16 425 units, and pizza bakery as many as 164 245 units , Meanwhile, on the model of goal programming without priority objectives the company obtained revenue of Rp 426,034,500.00 with a production cost of US $ 147,021,000.00, while the advantages of goal programming models with a priority goal of Rp 376,759,500.00 and production costs Rp 131,006,600.00. This means, if the profit is assumed to revenue minus production costs, then for a greater profit, the company suggested using the model of goal programming without priority objectives for yield greater reductions.
Geogebra: Media Visualisasi Grafis untuk Penyusunan Bahan Ajar Atmini Dhoruri; Eminugroho Ratna Sari; Dwi Lestari
Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA Vol 5, No 1 (2021): Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.045 KB) | DOI: 10.21831/jpmmp.v5i1.28782

Abstract

Menurut beberapa studi dan penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar matematika siswa SMP di Indonesia dilihat dari kemampuan kognitif maupun afektif masih tergolong rendah. Kemampuan siswa berusia 15 tahun dalam membaca, matematika, dan sains, hasil yang dicapai siswa Indonesia jauh dari memuaskan. Untuk meningkatkan prestasi belajar siswa diperlukan langkah-langkah penyempurnaan secara mendasar dan konsisten serta sistematik dalam pembelajaran. Salah satu cara yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika adalah dengan memanfaatkan Geogebra untuk pembelajaran Matematika. Dua wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta yaitu  Kabupaten Sleman dan Bantul masing-masing memiliki kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika SMP. Kedua MGMP memiliki permasalahan yang hampir sama atau beririsan yaitu sebagian besar guru belum terampil dalam menyusun bahan ajar matematika dengan bantuan Geogebra. Selain itu kedua MGMP juga belum mengintegrasikan teknologi komputer dalam pembelajaran Matematika. Dalam prakteknya, guru menemui kesulitan untuk memvisualisasikan konsep materi persamaan garis (berupa grafik), kesebangunan, serta bangun datar dan bangun ruang.Pelatihan Geogebra sebagai solusi masalah tersebut, diberikan kepada guru matematika se MGMP Sleman dan Bantul. Pelatihan dilakukan sebanyak 3 pertemuan untuk masing-masing MGMP. Pada awal setiap pertemuan diberikan materi sementara peserta praktek, disetiap akhir pertemuan peserta diberi tugas untuk menyusun bahan ajar. Sebagai evaluasi pelaksanaan kegiatan diberikan angket evaluasi di akhir pertemuan. Berdasarkan angket, sebanyak 100% peserta sangat antusias mengikuti kegiatan workshop Geogebra  ini. Di samping itu, sebesar 37.14% setuju dan 62.86% sangat setuju diadakan pelatihan Geogebra lanjutan. Sementara itu sebanyak 45.71% setuju dan 54.29 % sangat setuju materi workshop sesuai yang dibutuhkan dalam pembelajaran. Keberadaan asisten dirasa sangat membantu, hal ini tampak dari seluruh peserta menyatakan setuju atau sangat setuju. Dari hasil tugas peserta yang dikumpulkan tercatat nilai rata-rata lebih dari 85. Hal ini menunjukkan kemampuan guru menggunakan Geogebra dalam menyiapkan bahan ajar sangat baik.
Geogebra: Media Visualisasi Grafis untuk Penyusunan Bahan Ajar Atmini Dhoruri; Dwi Lestari; Eminugroho Ratna Sari
Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA Vol 4, No 2 (2020): Vol 4, no 2 (2020)
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.797 KB) | DOI: 10.21831/jpmmp.v4i2.37496

Abstract

Menurut beberapa studi dan penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar matematika siswa SMP di Indonesia dilihat dari kemampuan kognitif maupun afektif masih tergolong rendah. Kemampuan siswa berusia 15 tahun dalam membaca, matematika, dan sains, hasil yang dicapai siswa Indonesia jauh dari memuaskan. Untuk meningkatkan prestasi belajar siswa diperlukan langkah-langkah penyempurnaan secara mendasar dan konsisten serta sistematik dalam pembelajaran. Salah satu cara yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika adalah dengan memanfaatkan Geogebra untuk pembelajaran Matematika. Dua wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta yaitu Kabupaten Sleman dan Bantul masing-masing memiliki kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika SMP. Kedua MGMP memiliki permasalahan yang hampir sama atau beririsan yaitu sebagian besar guru belum terampil dalam menyusun bahan ajar matematika dengan bantuan Geogebra. Selain itu kedua MGMP juga belum mengintegrasikan teknologi komputer dalam pembelajaran Matematika. Dalam prakteknya, guru menemui kesulitan untuk memvisualisasikan konsep materi persamaan garis (berupa grafik), kesebangunan, serta bangun datar dan bangun ruang. Pelatihan Geogebra sebagai solusi masalah tersebut, diberikan kepada guru matematika se MGMP Sleman dan Bantul. Pelatihan dilakukan sebanyak 3 pertemuan untuk masing-masing MGMP. Pada awal setiap pertemuan diberikan materi sementara peserta praktek, disetiap akhir pertemuan peserta diberi tugas untuk menyusun bahan ajar. Sebagai evaluasi pelaksanaan kegiatan diberikan angket evaluasi di akhir pertemuan. Berdasarkan angket, sebanyak 100% peserta sangat antusias mengikuti kegiatan workshop Geogebra  ini. Di samping itu, sebesar 37.14% setuju dan 62.86% sangat setuju diadakan pelatihan Geogebra lanjutan. Sementara itu sebanyak 45.71% setuju dan 54.29 % sangat setuju materi workshop sesuai yang dibutuhkan dalam pembelajaran. Keberadaan asisten dirasa sangat membantu, hal ini tampak dari seluruh peserta menyatakan setuju atau sangat setuju. Dari hasil tugas peserta yang dikumpulkan tercatat nilai rata-rata lebih dari 85. Hal ini menunjukkan kemampuan guru menggunakan Geogebra dalam menyiapkan bahan ajar sangat baik.Kata Kunci : Geogebra, visualisasi, matematika