Nova Rita
Akademi Keperawatan Aisyiyah Padang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN POLA MAKAN DAN TINGKAT STRESS DENGAN KEKAMBUHAN GASTRITIS PADA REMAJA Nova Rita; Sri Wahyuni Annica
Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah Vol. 3 No. 2 (2020): Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah
Publisher : BPPM Politeknik 'Aisyiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gastritis berdampak pada proses belajar siswa dan gastritis pada umumnya disebabkan karena pola makan tidak teratur dan stress. Dari survey awal pada 7 remaja yang riwayat Gastritis didapatkan 4 remaja mengalami kekambuhan sebulan lebih dari 2 kali, sedangkan 2 orang remaja mengalami kekambuhan gastritis sebulan 2 kali, dan 1 orang remaja mengalami kekambuhan gastritis sebulan 1 kali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dan tingkat stress dengan kekambuhan gastritis pada remaja kelas XI dan XII di SMKN 1 koto XI tarusan tahun 2020.Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan teknik total sampling pada 30 sampel remaja kelas XI dan XII di SMKN 1 Koto XI Tarusan, dengan menggunakan kuesioner dalam bentuk google form dan pengolahan data menggunakan analisa univariat dan analisa bivariat. Hasil penelitian menunjukkan (43.3%) pola makan cukup teratur, (36.7%) pola makan tidak teratur (20.0%) pola makan teratur (50 %) tingkat stress sedang, (30%) tingkat stress ringan, (20%) tingkat stress berat. (43.3 %) kekambuhan ringan, (33.3.%) kekambuhan sedang, (23.3 %) kekambuhan berat, adanya hubungan yang bermakna antara pola makan dengan kekambuhan gastritis, adanya hubungan yang bermakna antara tingkat stress dengan kekambuhan gastritis. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pola makan dan tingkat stress dengan kekambuhan gastritis. Diharapkan remaja dapat mengurangi makan makanan yang pedas karena terbukti dapat mempengaruhi terjadinya kekambuhan gastritis dan diharapkan remaja dapat mengurangi tingkat stress dengan terbuka terhadap masalah yang dihadapi kepada orang terdekat.