Gastritis berdampak pada proses belajar siswa dan gastritis pada umumnya disebabkan karena pola makan tidak teratur dan stress. Dari survey awal pada 7 remaja yang riwayat Gastritis didapatkan 4 remaja mengalami kekambuhan sebulan lebih dari 2 kali, sedangkan 2 orang remaja mengalami kekambuhan gastritis sebulan 2 kali, dan 1 orang remaja mengalami kekambuhan gastritis sebulan 1 kali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dan tingkat stress dengan kekambuhan gastritis pada remaja kelas XI dan XII di SMKN 1 koto XI tarusan tahun 2020.Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan teknik total sampling pada 30 sampel remaja kelas XI dan XII di SMKN 1 Koto XI Tarusan, dengan menggunakan kuesioner dalam bentuk google form dan pengolahan data menggunakan analisa univariat dan analisa bivariat. Hasil penelitian menunjukkan (43.3%) pola makan cukup teratur, (36.7%) pola makan tidak teratur (20.0%) pola makan teratur (50 %) tingkat stress sedang, (30%) tingkat stress ringan, (20%) tingkat stress berat. (43.3 %) kekambuhan ringan, (33.3.%) kekambuhan sedang, (23.3 %) kekambuhan berat, adanya hubungan yang bermakna antara pola makan dengan kekambuhan gastritis, adanya hubungan yang bermakna antara tingkat stress dengan kekambuhan gastritis. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pola makan dan tingkat stress dengan kekambuhan gastritis. Diharapkan remaja dapat mengurangi makan makanan yang pedas karena terbukti dapat mempengaruhi terjadinya kekambuhan gastritis dan diharapkan remaja dapat mengurangi tingkat stress dengan terbuka terhadap masalah yang dihadapi kepada orang terdekat.