Astrina Aulia
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA PEKERJA BENGKEL MOTOR DI PT. CAPELLA HONDA Trisna Jayati; Fluorina Oryza; Astrina Aulia
Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah
Publisher : BPPM Politeknik 'Aisyiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alat Pelindung Diri (APD) di lingkungan kerja adalah seperangkat alat yang digunakan oleh tenaga kerja untuk melidungi seluruh/ sebagian tubuhnya terhadap kemungkinan adanya potensi bahaya/kecelakan kerja. Terjadinya kecelakaan kerja di bengkel motor sering menimbulkan resiko bahaya misalnya asap bengkel,bahan kimia, kebisingan, bahaya api, terjatuh, gangguan pernafasan dan penglihatan karena tidak menggunakan alat pelindung diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan penggunaan alat pelindung diri (APD) dan diketahuinya hubungan antara pengetahuan, sikap, pelatihan keselamatan dan pengawasan dengan penggunaan alat pelindung diri (APD) pada pekerja bengkel motor di PT. Capella Honda Tahun 2020. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan menggunakan desain Cross Sectional yang dilaksanakan pada bulan Mei 2020. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 40 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik total sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data untuk bivariat dengan uji chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara variabel pengetahuan dengan Pvalue=0,031 dan OR=6,067 dan (CI 95%= 1,361-27,049), sikap dengan Pvalue=0,012 dan OR=7,286 dan (CI 95%=1,737-30,555), pelatihan keselamatan dengan Pvalue=0,032 dan OR=0,032 dan (CI 95%=1,350-21,144), pengawasan dengan Pvalue=0,041 dan OR=0,041 (CI 95%= 1,270-19,685) dengan penggunaan alat pelindung diri (APD) pada pekerja bengkel motor di Capella Honda Tahun 2020. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan bermakna antara pengetahuan, sikap, pelatihan keselamatan dan pengawasan dengan penggunaan alat pelindung diri (APD) serta saran perlu adanya kebijakan secara tertulis seperti surat keputusan maupun bentuk kebijakan terutama dengan manajemen kebijakan dan lebih sering lagi mensosialisasikan kebijakan terutama mengenai penggunaan alat pelindung diri agar mempengaruhi sikap pekerja lebih disiplin memakai alat pelindung diri.
ANALISIS SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI RUMAH SAKIT X Silvia Nengcy; Oryza Muslim, Fluorina; Astrina Aulia; Jihan Faradisha; Marhadi Efendi
Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah
Publisher : BPPM Politeknik 'Aisyiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58170/jkla.v6i2.179

Abstract

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan mencatat, jumlah kecelakaan kerja di Indonesia sebanyak 265.334 kasus pada 2022. Jumlah tersebut naik 13,26% dari tahun 2021 sebesar 234.270 kasus. Peraturan Menteri Kesehatan nomor 52 tahun 2018 mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Fasilitas Pelayanan Kesehatan, mengidentifikasi lingkungan rumah sakit dimana terdapat aktivitas yang berkaitan dengan ergonomi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja di rumah sakit X. Jenis penelitian dengan pendekatan kualitatif studi deskriptif fenomenologi.Hasil penelitian sudah memiliki kebijakan tertulis berupa SK dan SOP. Namun, pelaksanaan sosialisasi belum konsisten,Pendanaan untuk kegiatan program K3RS belum  memiliki dana khusus, kuantitas Sumber daya manusia masih belum mencukupi. Sarana dan prasarana sudah mendukung. Ketersediaan Proses yaitu  belum ada melakukan manajemen resiko sesuai dengan permenkes no. 66 tahun 2016, pelaksanaan keselamatan dan keamanan rumah sakit sudah dilakukan, pelayanan kesehatan sudah dilakukan beberapa poin saja, Pengelolaan bahan berbahaya dan beracun (B3) memenuhi standar, pencegahan dan pengendalian kebakaran sudah ada prasarana dan sarana, Pengelolaan Prasarana dalam pelaksanaannya sudah baik.Pengelolaan Peralatan Medis dari Aspek K3 sudah baik. Komponen Output secara keseluruhan belum optimal melaksanakan program K3RS. Belum ada kerjasama dan komunikasi yang baik antara pimpinan dan pegawai.