Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PERANAN SEKTOR PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN DALAM SISTEM PEREKONOMIAN DI PULAU SUMATRA Maya Gita Safitri; Meliana Agustin; Ilham Syahroni; Erlin Kurniati
JISOSEPOL: Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi dan Politik Vol. 3 No. 1 (2025): JISOSEPOL : Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi dan Politik, Edisi Januari-Juni 2025
Publisher : Samudra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61787/vwxp4a60

Abstract

Pulau Sumatra mempunyai kekayaan sumber daya yang melimpah, salah satunya lahan pertanian yang sumber. Sektor pertanian memberikan peran penting untuk struktur ekonomi termasuk tingkat ketahanan pangan. Dengan demikian, dapat dirumuskan permasalahan berupa bagaimana peran sektor pertanian dan ketahanan pangan terhadap sistem perekonomian di Pulau Sumatra. Metode penelitian ini yaitu penelitian kualitatif, dengan menggunakan pendekatan metode literatur berupa website instansi, buku, peraturan perundang-undangan, dan artikel jurnal yang berasal dari internet. Adapun tujuan penulisan ini untuk mendeskripsikan bagaimana sektor pertanian dan ketahanan pangan berperan penting dalam sistem perekonomian di Pulau Sumatra. Hasil penelitian menunjukkan sektor pertanian berperan penting untuk mendukung ketahanan pangan dalam sistem perekonomian di Sumatra meskipun dihadapkan dengan tantangan perubahan iklim dan konversi lahan. Oleh karena itu, kolaborasi antara masyarakat, sektor swasta, dan pemerintah diperlukan untuk peningkatan teknologi dan inovasi diversifikasi tanaman pangan.
Dinamika Urbanisasi dan Pertumbuhan Permukiman Kumuh di Wilayah Metropolitan Jakarta Farid Al Hamid; Erlin Kurniati
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Urbanisasi Jakarta berlangsung dalam konteks kota metropolitan yang memiliki daya tarik ekonomi, politik, dan layanan publik paling kuat di Indonesia. Arus perpindahan penduduk ke Jakarta, baik dalam bentuk migrasi permanen maupun komuter harian, berinteraksi dengan keterbatasan lahan, harga tanah yang tinggi, dan ketidakmampuan sebagian rumah tangga berpendapatan rendah untuk mengakses hunian formal. Penelitian ini bertujuan menjelaskan hubungan antara dinamika urbanisasi dan pertumbuhan permukiman kumuh di DKI Jakarta. Metode yang digunakan adalah studi deskriptif-kualitatif berbasis data sekunder, yang menggabungkan statistik kependudukan, laporan pemerintah daerah, kajian akademik, dan literatur tentang urbanisasi serta penataan permukiman kumuh. Hasil kajian memperlihatkan bahwa penduduk DKI Jakarta meningkat dari 8,4 juta jiwa pada tahun 2000 menjadi 10,56 juta jiwa pada tahun 2020, sementara laju pertumbuhan penduduk menurun dari 1,41 persen pada periode 2000-2010 menjadi 0,92 persen pada periode 2010-2020. Pada saat yang sama, Jakarta masih menyisakan ratusan RW kumuh, dengan 445 RW tercatat pada 2017 dan 225 RW pada 2022. Karakteristik permukiman kumuh tampak pada kepadatan bangunan tinggi, jalan lingkungan sempit, drainase buruk, sanitasi terbatas, serta kualitas rumah yang rendah. Temuan ini menegaskan bahwa urbanisasi yang tidak diimbangi perumahan terjangkau dan tata ruang yang efektif akan menghasilkan segregasi spasial dan memperluas kawasan kumuh. Karena itu, kebijakan penanganan perlu diarahkan pada pengendalian pertumbuhan kota, penyediaan rumah layak dan terjangkau, perbaikan infrastruktur dasar, serta pemberdayaan ekonomi warga untuk mencegah reproduksi kumuh baru