Farid Al Hamid
UIN Raden Intan Lampung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dinamika Urbanisasi dan Pertumbuhan Permukiman Kumuh di Wilayah Metropolitan Jakarta Farid Al Hamid; Erlin Kurniati
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Urbanisasi Jakarta berlangsung dalam konteks kota metropolitan yang memiliki daya tarik ekonomi, politik, dan layanan publik paling kuat di Indonesia. Arus perpindahan penduduk ke Jakarta, baik dalam bentuk migrasi permanen maupun komuter harian, berinteraksi dengan keterbatasan lahan, harga tanah yang tinggi, dan ketidakmampuan sebagian rumah tangga berpendapatan rendah untuk mengakses hunian formal. Penelitian ini bertujuan menjelaskan hubungan antara dinamika urbanisasi dan pertumbuhan permukiman kumuh di DKI Jakarta. Metode yang digunakan adalah studi deskriptif-kualitatif berbasis data sekunder, yang menggabungkan statistik kependudukan, laporan pemerintah daerah, kajian akademik, dan literatur tentang urbanisasi serta penataan permukiman kumuh. Hasil kajian memperlihatkan bahwa penduduk DKI Jakarta meningkat dari 8,4 juta jiwa pada tahun 2000 menjadi 10,56 juta jiwa pada tahun 2020, sementara laju pertumbuhan penduduk menurun dari 1,41 persen pada periode 2000-2010 menjadi 0,92 persen pada periode 2010-2020. Pada saat yang sama, Jakarta masih menyisakan ratusan RW kumuh, dengan 445 RW tercatat pada 2017 dan 225 RW pada 2022. Karakteristik permukiman kumuh tampak pada kepadatan bangunan tinggi, jalan lingkungan sempit, drainase buruk, sanitasi terbatas, serta kualitas rumah yang rendah. Temuan ini menegaskan bahwa urbanisasi yang tidak diimbangi perumahan terjangkau dan tata ruang yang efektif akan menghasilkan segregasi spasial dan memperluas kawasan kumuh. Karena itu, kebijakan penanganan perlu diarahkan pada pengendalian pertumbuhan kota, penyediaan rumah layak dan terjangkau, perbaikan infrastruktur dasar, serta pemberdayaan ekonomi warga untuk mencegah reproduksi kumuh baru
Sejarah dan Praktik Keuangan Publik pada Masa Khulafaur Rasyidin: Studi Komparatif Kebijakan Abu Bakar, Umar, Usman, dan Ali Farid Al Hamid; Khoirus Sifa; Rekha Olivia Haini; Mayang Mitha Fadillah; Desi Puspita Dewi
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Urbanisasi Jakarta berlangsung dalam konteks kota metropolitan yang memiliki daya tarik Penelitian ini bertujuan mengkaji secara komparatif praktik dan kebijakan keuangan publik yang diterapkan oleh empat khalifah pertama dalam sejarah Islam (Khulafaur Rasyidin), yaitu Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif-historis dengan metode studi pustaka melalui analisis sumber-sumber primer dan sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing khalifah memiliki karakteristik kebijakan fiskal yang unik namun tetap berlandaskan prinsip-prinsip syariah Islam. Abu Bakar menekankan pada penegakan zakat dan pengelolaan Baitul Mal secara merata. Umar bin Khattab melakukan inovasi kelembagaan dengan pembentukan diwan dan sistem distribusi yang terstruktur. Usman bin Affan melanjutkan kebijakan ekspansif dengan desentralisasi pengelolaan keuangan daerah. Sementara Ali bin Abi Thalib menekankan prinsip keadilan dan pemerataan distribusi kekayaan negara. Secara keseluruhan, praktik keuangan publik Khulafaur Rasyidin merupakan fondasi historis yang relevan bagi pengembangan sistem keuangan publik Islam kontemporer.