Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Radiasi Matahari terhadap Kondisi Termal Ruang Kelas SMP Negeri 3 Galang Moh. Eran; Nurmiah Nurmiah
JARI: Journal of Architecture, Research and Innovation Vol. 2 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Program Studi Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/t3qsm807

Abstract

Ruang kelas di iklim tropis rentan mengalami ketidaknyamanan termal akibat paparan radiasi matahari yang tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi termal ruang kelas SMP Negeri 3 Galang melalui pengukuran lapangan dan penggambaran solar thermal. Pengukuran dilakukan pada pukul 07.30, 10.00, dan 12.00 WITA menggunakan Thermometer Higrometer Digital HTC-2 dan kamera termal. Hasil pengukuran menunjukkan suhu ruang kelas berkisar antara 29°C hingga 32°C dengan kelembaban 72–78%, seluruhnya melampaui zona nyaman SNI 03-6572-2001 sebesar 22,8°C–25,8°C dan kelembaban 40–60%. Citra termal memperlihatkan distribusi suhu permukaan tidak merata dengan selisih mencapai 29,2°C antar titik. Ketidaknyamanan termal disebabkan oleh absennya elemen shading, material bangunan berinsulansi rendah, dan ventilasi yang tidak optimal. Diperlukan intervensi desain berupa sun shading, ventilasi silang, dan penanaman vegetasi untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.
Perbandingan Karakteristik Akustik pada Pola Permukiman Kluster dan Grid di Kecamatan Marisa Moh. Eran
JARI: Journal of Architecture, Research and Innovation Vol. 2 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/jari.v2i1.1730

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh pola penataan bangunan terhadap kualitas akustik lingkungan di Kecamatan Marisa. Dua pola permukiman, yaitu kluster dan grid, dibandingkan menggunakan simulasi penyebaran suara melalui Autodesk Ecotect Analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola kluster menyebabkan konsentrasi kebisingan tinggi pada rumah yang berada dekat sumber suara, dengan dominasi suara langsung dan pantulan lokal. Sebaliknya, pola grid menghasilkan penyebaran suara yang lebih linear dan merata sepanjang jalur jalan, sehingga intensitas suara pada satu titik lebih rendah, namun jangkauan kebisingan lebih luas. Perbedaan ini menunjukkan bahwa pola kluster lebih mampu membatasi sebaran suara pada area tertentu, sementara pola grid memerlukan strategi tambahan untuk mengendalikan kebisingan kawasan. Temuan ini menegaskan pentingnya mempertimbangkan aspek akustik dalam perencanaan tata bangunan untuk meningkatkan kenyamanan hunian.