Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PKM Peningkatan Daya Saing UKM Selondok Sebagai Produk Unggulan KSPN Borobudur, di Desa Kenalan, Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang M. Fakhrurreza; Ayu Mahanani; Widya Mufida; Amalia Nurul Khairi
Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2023): Desember 2023 Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat (HAWAJPPM)
Publisher : Yayasan Wayan Marwan Pulungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69745/hawajppm.v1i3.47

Abstract

Pemerintah Kabupaten Magelang telah menyiapkan beberapa produk andalan, salah satunya adalah produk slondok, dalam rangka menyongsong master plan Borobudur sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) prioritas di 2025. Namun, UKM slondok menghadapi beberapa permasalahan seperti mayoritas pekerjanya lansia dan ibu rumah tangga, proses produksi yang masih konvensional, dan aspek pemasaran yang menghambat pengembangan usaha. Masalah yang dihadapi oleh pelaku usaha UKM slondok dapat dikelompokkan menjadi 3 kategori yaitu kebutuhan teknis alat, kesehatan pekerja, dan kebutuhan skill pengetahuan. Sehingga memerlukan solusi yaitu alat pemarut dan pemeras singkong harus berbahan food grade. Alat pengering efek rumah kaca hibrid dapat menjadi salah satu solusi proses pengeringan adonan singkong. Dari sisi kesehatan lansia, perlunya dilakukan Pelatihan keselamatan kerja, pendampingan dan konsultasi kesehatan. Kemudian dari sisi skill pengetahuan, perlu dilakukan pelatihan good manufacturing practices (GMP), sanitasi industri kecil dan pemasaran digital di era revolusi industri 4.0. Metode yang digunakan dalam program pengabdian ini berupa pelatihan, demonstrasi, dan simulasi. Penjaminan mutu program dilakukan sesuai dengan siklus PDCA, plan-do-check-action. Parameter evaluasi adalah kapasitas produksi, omset penjualan, kesetabian kesehatan lansia, dan performa sosial media yang telah dibuat. Dengan solusi yang diusulkan, diharapkan UKM slondok dapat meningkatkan produktivitas dan penjualan, meningkatkan kesehatan para pekerja, dan meningkatkan kemampuan pemasaran melalui media digital. Sehingga, UKM slondok dapat bertahan dan berkembang di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat. Hasil PKM ini diharapkan berupa jurnal pengabdian masyarakat, video, 2 HKI dan artikel berita berskala nasional.
PENINGKATAN DAYA SAING UMKM N4A FRESH GARDEN MELALUI PENANAMAN SISTEM AQUAPONIK PADA BUDIDAYA SAYURAN DAN IKAN DI PERUMAHAN NINSYA ASRI 4 MAGELANG Fisnandya Meita Astari; Ayu Mahanani; Tri Dyah Astuti
Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Agustus 2025 Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat (HAWAJPPM)
Publisher : Yayasan Wayan Marwan Pulungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bertambahnya jumlah penduduk Indonesia dari tahun ke tahun, berdampak pada semakin banyaknya kebutuhan pangan sehingga dapat menimbulkan masalah ketahanan pangan. Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut yakni dengan pemanfaatan lahan pekarangan dengan metode aquaponik. Tujuan memperkenalkan sistem aquaponik sebagai metode budidaya terpadu dan budidaya ikan lele yang cocok diterapkan di lingkungan perumahan dengan lahan terbatas. Kegiatan diawali dengan sosialisasi dan pelatihan pembuatan instalasi aquaponik, yang meliputi penanaman sayuran serta pemeliharaan ikan lele dalam satu sistem sirkulasi udara. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa dalam beberapa bulan, masyarakat berhasil memanen sayuran segar dan ikan lele diukur konsumsinya. Sebagai upaya meningkatkan daya saing produk, dilakukan inovasi pengemasan yang lebih menarik dan penambahan label identitas usaha. Produk hasil panen kemudian dipasarkan melalui media sosial, khususnya WhatsApp Group dan Instagram, sehingga menjangkau pasar yang lebih luas. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan masyarakat dalam bidang budidaya dan pemasaran, tetapi juga membuka peluang usaha berbasis rumah tangga yang mendukung ketahanan pangan keluarga. Program ini diharapkan dapat berkelanjutan dan menjadi contoh pengembangan usaha produktif di lingkungan perumahan.