Danti Rizki Amalia
Universitas Negeri Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kajian Nilai Edukatif dalam Tradisi Muang Jong Warisan Budaya Suku Sawang di Belitung Reza Pahlawan; Danti Rizki Amalia; Dedy Sartono; Cholis Mahardika
Bercadik: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol 9, No 1 (2025): Bercadik: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/bcdk.v9i1.6121

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai edukatif yang terdapat dalam ritual Muang Jong sebagai salah satu warisan budaya yang diselangarakan oleh suku Sawang tepatnya di daerah Juru Sebrang Kacamatan Tanjungpadan Kabupaten Belitung Provinsi Bangka Belitung. Tradisi ini tidak hanya merepresentasikan sistem kepercayaan maritim dan hubungan spiritual masyarakat dengan laut, tetapi juga memuat pesan-pesan nilai-nilai mulia didalamnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi, dimana data diperoleh dengan etnografi lalu untuk menguak nilai-nilai yang terkadung dalam tradisi tersebut dilanjutkan dengan teori Tillman. Hasil penelitian tradisi Muang Jong ini menunjukkan adanya berbagai nilai seperti damai, kasih sayang atau cinta, penghormatan, toleransi, kejujuran, tanggung jawab, kolaborasi, kebahagiaan, kesederhanaan, dan persatuan. Nilai-nilai ini tentunya sangat relevan untuk penguatan karakter dierah saat ini.
Wayang KASPO: Wayang Rakit Kontemporer Berbusana Adat dari Limbah Kulit Singkong sebagai Edukasi Budaya Berkelanjutan Danti Rizki Amalia; Reza Pahlawan; Cholis Mahardhika; Dedy Sartono
Bercadik: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol 9, No 1 (2025): Bercadik: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/bcdk.v9i1.6160

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan inovasi wayang dengan memanfaatkan limbah kulit singkong yang berada di Kabupaten Gunungkidul. Wayang KASPO hadir sebagai solusi dalam mengatasi permasalahan limbah organik di kabupaten tersebut dengan mengolahnya menjadi kerajinan berbasis budaya. Nama Wayang KASPO merupakan singkatan dari Wayang Alam Yang Adaptif Nusantara Go-green Kulit Singkong Asli Sirkular dan edukatif Pelestari Organik. Wayang ini dibuat dengan konsep kontemporer berbusana adat Nusantara yang dapat dirakit sendiri atau dress up. Wayang KASPO terdiri dari 1 wayang kontemporer, 2 pakaian adat, 3 tongkat, pengait, buku panduan, dan 3 macam kartu permainan, yaitu Kartu Kata adalah kartu percakapan dengan kalimat berbahasa daerah dari berbagai suku di Indonesia. Ketika memainkan Wayang KASPO, pengguna dapat mengucapkan dialog tersebut layaknya seperti seorang dalang yang sedang memainkan wayang. Kartu Terka adalah kartu tebak gambar tentang nama pakaian adat di Indonesia. Selain itu, terdapat Kartu Teka-Teki mengenai pakaian adat di Indonesia yang dapat diakses melalui QR Code yang tersedia di balik kartu tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penciptaan dengan tahapan eksplorasi, desain dan perwujudan. Wayang KASPO diharapkan menjadi trend setter kerajinan berbasis budaya lokal yang dapat diterima oleh masyarakat luas. Selain itu hasil dari penelitian ini dapat menjadi sarana edukasi budaya berkelanjutan