Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan inovasi wayang dengan memanfaatkan limbah kulit singkong yang berada di Kabupaten Gunungkidul. Wayang KASPO hadir sebagai solusi dalam mengatasi permasalahan limbah organik di kabupaten tersebut dengan mengolahnya menjadi kerajinan berbasis budaya. Nama Wayang KASPO merupakan singkatan dari Wayang Alam Yang Adaptif Nusantara Go-green Kulit Singkong Asli Sirkular dan edukatif Pelestari Organik. Wayang ini dibuat dengan konsep kontemporer berbusana adat Nusantara yang dapat dirakit sendiri atau dress up. Wayang KASPO terdiri dari 1 wayang kontemporer, 2 pakaian adat, 3 tongkat, pengait, buku panduan, dan 3 macam kartu permainan, yaitu Kartu Kata adalah kartu percakapan dengan kalimat berbahasa daerah dari berbagai suku di Indonesia. Ketika memainkan Wayang KASPO, pengguna dapat mengucapkan dialog tersebut layaknya seperti seorang dalang yang sedang memainkan wayang. Kartu Terka adalah kartu tebak gambar tentang nama pakaian adat di Indonesia. Selain itu, terdapat Kartu Teka-Teki mengenai pakaian adat di Indonesia yang dapat diakses melalui QR Code yang tersedia di balik kartu tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penciptaan dengan tahapan eksplorasi, desain dan perwujudan. Wayang KASPO diharapkan menjadi trend setter kerajinan berbasis budaya lokal yang dapat diterima oleh masyarakat luas. Selain itu hasil dari penelitian ini dapat menjadi sarana edukasi budaya berkelanjutan
Copyrights © 2025