p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Valtech
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

USULAN PENEMPATAN TENAGA KERJA CLEANING SERVICE BERDASARKAN BEBAN KERJA MENTAL DI RUMAH SAKIT X Ade Kurniawan; Fourry Handoko; Emmalia Adriantantri
Jurnal Valtech Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v3i2.2407

Abstract

Penempatanrhtenaga kerja yang tepat dan sesuai dengan kemampuan pekerja mampu memberikan dampak baik bagi perusahaan sehingga pekerja dapat bekerja secara optimal. Dampak penempatan kerja yang kurang sesuai dapat menimbulkan beban bagi pekerja baik secara mental seperti yang dialami oleh pekerja Cleaning Service di Rumah Sakit X sehingga menyebabkan pekerjaan menjadi tidak optimal dan menimbulkan berbagai komplain pengunjung Rumah Sakit yang mengarah kepada kebersihan Rumah Sakit. Dalam hal ini pihak Rumah Sakit X harus memperhatikan beban kerja karyawan Cleaning Servicenya, sehingga dapat dijadikan langkah penyelesaian masalah beban mental karyawan Cleaning Service guna kinerja yang lebih baik. Penelitian ini menggunakan pengukuran beban kerja mental dengan metode RSME berskala tunggal yang dilakukan dengan pemberian tanda pada skala dengan nilai tertentu pada kuisioner yang dibagikan untuk mengetahui besar usaha yang dilakukan Cleaning Service terhadap pekerjaannya setelah itu dapat digunakan untuk menentukan penempatan kerja serta penentuan kegiatan kerja masing-masing pekerja. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa beban kerja mental yang dirasakan Cleaning Service saat menyelesaikan pekerjaan sebelum dilakukan penempatan terhitung lebih tinggi karena ditempatkan pada pekerjaan yang bukan bidangnya dan menyebabkan produktivitas kerja menurun atau pekerjaan kurang optimal sehingga diberikan usulan mengenai 7 jenis pekerjaan yang harus diselesaikan pada shift pagi yang ditentukan melalui seberapa dampak yang akan dirasakan oleh para pengunjung saat pekerjaan itu terselesaikan diantaranya kegiatan membersihkan lantai dan halaman oleh pekerja 6 dan 12, memungut sampah medis oleh pekerja 12, mengambil seluruh sampah domestik oleh pekerja 11, mencuci tempat angkut sampah oleh pekerja 4, membersihkan sarang laba-laba oleh pekerja 11, membersihkan kamar mandi dan wastafel oleh pekerja 6 dan membersihkan ruang rawat inap oleh pekerja 4 yang bertujuanuntuk mengurangi tekanan beban kerja mental yang dirasakan Cleaning Service dan mencapai hasil kerja optimal.
PERANCANGAN MODUL NOTIFIKASI PESAN PADA HELM Epria Yuda; Fourry Handoko; Heksa Galuh W
Jurnal Valtech Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v4i1.3326

Abstract

Penggunaan handphone (telepon genggam) seringkali dijumpai pada para pengguna sepeda motor, kebiasaan ini menimbulkan dampak buruk bagi pengendara itu sendiri dan pengendara lain, hilanganya fokus berkendara dapat mengakibatkan terjadinya kecelakaan yang merugikan pengendara itu sendiri dan pengendara disekitarnya..Metode yang digunakan untuk membuat alat dalam penelitian ini adalah melakukan pengamatan kepada para pengendara sepeda motor di Desa Sokoboyo, Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri sekaligus wawancara dengan menyebarkan kuisioner Voice of Customers untuk mengetahui keinginan dan harapan para pengendara terhadap alat yang akan dibuat. Kemudian dilakukanlah pengukuran dimensi tubuh bagian kepala, data anthropometri dimensi kepala tersebut berupa, lingkar kepala, lebar kepala, tinggi mata, dan lebar mata. Dari data anthropometri tersebut akan didapatkan dimensi ergonomis sebagai acuan penentuan dimensi dari modul notifikasi. Dari perancangan alat diperoleh hasil bahwa fokus pengendara pada kemudi menunjukan peningkatan daripada saat menggunakan handphone, jarak pandang dan waktu pandang yang digunakan pengemudi untuk mengakses pesan lebih singkat dan luas, sehingga mengurangi resiko terjadi hilangnya fokus dan pandangan pengendara sepeda motor.
Analisis Welding Defect Rate Dan Penanganannya Dengan Metode Six Sigma Dan FMEA Fajar Kurniadi; Fourry Handoko; Thomas Priyasmanu
Jurnal Valtech Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v5i1.4543

Abstract

Abstrak, PT Meindo Elang Indah adalah salah satu kontraktor EPCI (Engineering, Procurement, Construction, Instalation) untuk industri petrokimia, energi, hulu minyak dan gas. Proses pengelasan merupakan salah satu proses atau tugas yang paling kritis dalam pelaksanaan proyek oil & Gas industri. Dalam pengerjaannya peneliti banyak penemukan pengelasan yang defect. Hal ini memotivasi penulis untuk melakukan penelitian mengenai kinerja kualitas pengelasan di Perusahaan tersebut, terutama pada bagian fabrikasi. Adapun alternatif penyelesaian masalah mengenai kualitas pengelasan dapat dilakukan dengan analisis metode Six Sigma. Berdasarkan hasil survey ditemukan Welding Defect Rate yang terjadi selama bulan agustus hingga oktober 2020 yaitu rata-rata sebesar 7.58%, nilai tersebut jauh dari target welding defect yang sudah ditentukan yaitu sebesar 1%, sehingga perlu dilakukan tindakan perbaikan. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah: Upaya dalam memberikan rekomendasi perbaikan dalam menurunkan tingkat defect rate proses pengelasan yang tinggi dalam rangka mencapai on time delivery pada perusahaan PT. Meindo elang Indah. Penelitian ini dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan documentasi untuk mendapatkan data-data yang dibutuhkan dalam penelitian ini. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Analisis data dilakukan dengan menghitung persentase jumlah defect setiap bulannya selama tiga bulan, setelah mendapatkan hasil persentase dilakukan perhitungan DPMO dan nilai level Sigma yang diperoleh. Setelah mendapatkan nilai sigma dilakukan analisis diagram pareto dan diagram sebab-akibat untuk mengetahui karakteristik defect apa saja yang paling banyak di identifikasi. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa diperoleh Sigma level yang dicapai rata-rata sebesar 3.67 level sigma, hasil dari diagram pareto ditemukan bahwa karakteristik defect Undercut dan Porosity merupakan jenis defect yang paling banyak terjadi yaitu sebesar 27%, mengikuti Incomplete Penetran 19%, Slag Inclusion 17%, Incomplete Fusion 10%. Pada analisis FMEA didapat bahwa faktor Manusia dan Metode merupakan faktor yang paling berdampak pada defect rate pengelasan, yaitu dengan RPN (risk Priority Number) sebesar 252 & 315. Kata Kunci : Welding Defect Rate, DPMO, Sigma Level