p-Index From 2021 - 2026
1.877
P-Index
This Author published in this journals
All Journal CJPP
. Satiningsih
Universitas Negeri Surabaya

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

GAMBARAN RESILIENSI PADA PEREMPUAN YANG MENDERITA KANKER PAYUDARA Sabila Noer Aziza; . Satiningsih
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 7 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i7.48247

Abstract

AbstrakPermasalahan sulit dari dampak psikis, sosial dan fisik yang dihadapi perempuan dengan penderita kanker payudara disertai dengan permasalahan tambahan lain yang terjadi di dalam keluarga akan membuat mereka semakin merasa terpuruk dan terhambat dalam menuntaskan tugas perkembangan di masing-masing usia. Sehingga bagi setiap perempuan diperlukan adanya resiliensi agar mereka mampu menyesuaikan hidup dan melanjutkan kehidupan sehari-hari sesuai peran dan tugas masing-masing. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi peneliti selanjutnya sebagai referensi jika melakukan penelitian dengan tema yang sama, bagi perempuan penderita kanker payudara lainnya mampu membangun resiliensi dengan menumbuhkan aspek-aspek maupun sumber-sumber yang mendorong terciptanya resiliensi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses resiliensi yang dibangun oleh perempuan dengan kanker payudara untuk dapat melanjutkan hidup. Peneliti melibatkan dua subjek yaitu subjek E dan Y dengan kanker payudara dan permasalahan ditinggalkan suami karena perselingkuhan dan kematian. Studi kasus sebagai metode dalam penelitian kualitatif ini. Data terkumpul melalui wawancara dan observasi serta diolah menggunakan analisis tematik. Triangulasi kesesuaian data dengan teori menjadi bagian dari validitas dan reliabilitas penelitian. Menurut hasil data yang telah dianalisis membuktikan bahwa kedua subjek yang berbeda usia membangun aspek resiliensi yang sama namun sedikit berbeda pada faktor protektif internal berupa kemampuan religious, pengetahuan, dan regulasi emosi yang lebih banyak dimiliki subjek Y daripada subjek E. Kedua subjek membangun resiliensi melalui aspek regulasi emosi, kontrol impuls, optimisme, analisis kausal, empati, efikasi diri dan meraih aspek pencapaian yang berupa pengobatan, kesembuhan, pengurangan emosi negatif serta dapat melanjutkan perannya sebagai ibu yang mampu hidup berkembang mandiri meski tanpa dukungan dari suami.Kata Kunci: Resiliensi, Kanker Payudara, PerempuanAbstractThe difficult problems of psychological, social and physical impacts faced by women with breast cancer along with other additional problems that occur in the family will make them feel even more depressed and hampered in completing developmental tasks at each age. So that every woman needs resilience so that they are able to adapt to life and continue their daily lives according to their respective duties. It is hoped that this research can provide benefits for further researchers as a reference when conducting research with the same theme, for women with other breast cancer being able to build resilience by cultivating aspects and resources that encourage the creation of resilience This study aims to understand the process of resilience built by women with breast cancer to be able to continue living. This study involved two subjects, namely subjects E and Y with breast cancer and the problem of being abandoned by their husbands because of infidelity and death. Case study as a method in this qualitative research. Data were collected through interviews and observations and processed using thematic analysis. Triangulation of the suitability of the data with the theory is part of the validity and reliability of the study. According to the results of the data that has been analyzed proves that both subjects develop the same aspects of resilience with different levels, this is influenced by protective and risk factors. Both subjects build resilience through stages in the form of emotional regulation, impulse control, optimism, causal analysis, empathy, self-efficacy until they are able to reach the final stage in resilience, namely the achievement of treatment, healing, reduction of negative emotions and can continue their role as mothers who are able to live and develop independently. even without the support of her husband.Keywords: Resilience, Breast Cancer, Women
PENGARUH KOMUNIKASI ORGANISASI DAN PERSEPSI DUKUNGAN ORGANISASI TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI PADA BEM FAKULTAS X DI MASA PANDEMI Ludfiana Tika Rosanti; . Satiningsih
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 7 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i7.48249

Abstract

AbstrakPenelitian ini memiliki tujuan untuk mencari tahu pengaruh antara komunikasi organisasi dan persepsi dukungan organisasi terhadap komitmen organisasi pada BEM Fakultas X di masa pandemi. Desain penelitian ini yaitu kuantitatif dengan jumlah subjek sebanyak 70 orang anggota BEM Fakultas X melalui teknik purposive sampling. Data yang sudah diperoleh diuji menggunakan uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, uji multikolinearitas, dan uji heteroskedastisitas lalu dilanjut dengan uji regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat korelasi secara signifikan baik itu secara parsial maupun simultan. (1) komunikasi organisasi terhadap komitmen organisasi secara signifikan 0,028 < 0,05. (2) persepsi dukungan organisasi terhadap komitmen organisasi secara signifikan 0,00 < 0,005. (3) komunikasi organisasi dan persepsi dukungan organisasi terhadap komitmen organisasi secara signifikan 0,00 < 0,05. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa apabila untuk meningkatkan komitmen organisasi maka harus memberikan komunikasi secara jelas dan tepat sasaran serta dukungan yang baik untuk anggotanya terlebih masa pandemi yang menghambat kegiatan dari organisasi di BEM Fakultas X ini.Kata Kunci: Komunikasi Organisasi, Persepsi Dukungan Organisasi, Komitmen OrganisasiAbstractThis study aims to determine the effect of organizational communication and perceived organizational support on organizational commitment at BEM Faculty X during the pandemic. The design of this research is quantitative with the number of subjects as many as 70 members of BEM Faculty X through purposive sampling technique. The data that has been obtained were tested using the classical assumption test consisting of normality test, multicollinearity test, and heteroscedasticity test, then continued with multiple linear regression test. The results of this study indicate a significant correlation either partially or simultaneously. (1) organizational communication on organizational commitment significantly 0.028 < 0.05. (2) the perception of organizational support for organizational commitment is significantly 0.00 < 0.005. (3) organizational communication and perceived organizational support for organizational commitment significantly 0.00 < 0.05. The implication of this research shows that if to increase organizational commitment, it must provide clear and targeted communication and good support for its members first during the pandemic which hampers the activities of the organization at BEM Faculty X.Keywords: Organizational Communication, Perceived Organizational Support, Organizational Commitment
GAMBARAN GRIEF PADA EMERGING ADULTHOOD YANG MENGALAMI KEMATIAN ORANG TUA AKIBAT COVID-19 Melinda Ramadhanti; . Satiningsih
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 7 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i7.48254

Abstract

PENGALAMAN KEKERASAN DAN KONSEP DIRI PADA ANAK Satria Agasta Sanyoto; . Satiningsih
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 7 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i7.48261

Abstract

Abstrak Kekerasan terhadap anak di Indonesia merupakan satu fenomena yang tidak ada habisnya. Anak sebagai korban harus menerima setiap dampaknya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengkaji pengalaman kekerasan dan konsep diri pada anak. Metode penelitian termasuk dalam kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik analisis data menggunakan analisis fenomenologis interpretatif degan subjek penelitian berjumlah enam anak yang diperoleh dari teknik purposing sampling melalui kriteria usia antara 15 hingga 18 tahun dan pernah mengalami kekerasan dalam keluarga setidaknya tiga kali. Hasil penelitian diketahui bahwa anak mengalami kekerasan dalam berbagai bentuk-bentuk beserta dampaknya. Kekerasan tersebut diantaranya dalam bentuk fisik, psikologis, seksual, dan ekonomi. Dampak yang diterima oleh anak berkaitan dengan emosi dan perilaku secara negatif sehingga muncul penyimpangan social, masalah akademik hingga ketidakmampuan memberontak. Pada penelitian ini diketahui bahwa terdapat dinamika konsep diri yang berbeda terhadap anak yang mengalami kekerasan, dimana lonsep diri anak lebih mengarah ke konsep diri positif. Hal tersebut berkaitan erat dengan hubungan anak dan lingkungannya, seperti keluarga dan orang-orang sekitar. Kata Kunci: kekerasan pada anak, remaja, konsep diri. Abstract Violence against children in Indonesia is an endless phenomenon. Children as victims accept every impact. This research was conducted with the aim of assessing the experience of violence and self-concept in children. The research method is included in qualitative with a phenomenological approach. The data analysis technique used an interpretive phenomenological analysis with six children as research subjects obtained from the purposing sampling technique through age criteria between 15 to 18 years and had experienced violence in the family at least three times. The results of the study show that children experience violence in various forms and their effects. The violence includes physical, psychological, sexual, and economic. The impact received by children is related to negative emotions and behavior, resulting in social deviations, academic problems, and the inability to rebel. In this study, it is known that there are different dynamics of self-concept towards children who experience violence, where the child's self-concept is more directed towards a positive self-concept. This is closely related to the relationship between children and their environment, such as family and the people around them. Keywords: child abuse, teenager, self-concept.