Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD BERBANTUAN ALAT PERAGA KOTAK GESER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMFAKTORAN BENTUK KUADRAT KELAS VIII SMPN 2 PALU Somawijaya
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 2 No. 3 (2015)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbantuan alat peraga kotak geser yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pemfaktoran bentuk kuadrat di kelas VIII SMPN 2 Palu. Jenis penelitian ini adalah peneletian tindakan kelas (PTK). Rancangan penelitian ini mengacu pada model Kemmis dan Mc.Taggart yang terdiri dari empat komponen, yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Penelitian ini terdiri dari dua siklus dan masing-masing siklus dilaksanakan dalam dua kali pertemua. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbantuan alat peraga kotak geser dapat meningkat­kan hasil belajar siswa pada materi pemfaktoran bentuk kuadrat di kelas VIII SMPN 2 Palu mengikuti fase-fase model pembelajaran kooperatif tipe STAD yaitu (1) menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa, (2) penyajian kelas, (3) belajar kelompok, (4) tim studi dan monitoring, (5) tes, (6) penghargaan kelompok. Kata Kunci: model pembelajaran kooperatif tipe STAD, alat peraga kotak geser, hasil belajar, pemfaktoran bentuk kuadrat. Abstrack: The aim of this research was to obtain the description of applying the cooperative learning of STAD aided box slide tools to improve students result learning Factoring of quadratic class VIII SMPN 2 Palu. This research was a classroom action rescarch (CAR). The research design refered to the design of the Kemmis and Mc. Taggart that is (1) planning, (2) action, (3) Observation, and (4) reflection. This research was conducted in two cycles. The research result showed that the applying the cooperative learning of STAD aided box slide tools to improve students result learning Factoring of quadratic in grade class VIII SMPN 2 Palu phases following theses steps, as follow (1) conveying the learning objectives and motivate the student, (2) presentation of class, (3) study in group, (4) monitoring and study team, (5) test, and (6) group appreciation. Keyords: cooperative learning of STAD, box slide tools, stududents result learning,factoring of quadratic.
Implikasi Hukum Terhadap Orang Tua Yang Menelantarkan Anak Ditinjau Dari Hukum Pidana Di Indonesia Manisha Ramadanni; Somawijaya
Lex Renaissance Vol 8 No 2 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/JLR.vol8.iss2.art6

Abstract

This research is motivated by the rapid increase in cases of child neglect by parents in Indonesia in the last 3 years. Legally related to the criminal act of child neglect, there are several legal arrangements that regulate. This research has two problem formulations as follows, first, how is the legal regulation of parents who neglect children in the criminal act of neglect in terms of criminal law in Indonesia? Second, what are the legal consequences for parents who neglect children in the criminal act of neglect in terms of criminal law in Indonesia? The research method used is normative legal method, which examines mere secondary data such as the 1945 Constitution, Old Criminal Code, New Criminal Code, PKDRT Law, Child Protection Law, journals, articles, scientific works, and dictionaries. The results obtained from this study indicate that the current legal arrangements for parents who neglect their children refer to Article 76 letter b jo Article 77 letter b of the Child Protection Law. In addition, the legal consequences for parents who neglect their children are a prison sentence with a maximum of 5 years and a fine with a maximum of Rp. 100,000,000. Suggestions from this research are addressed to parents and KPAI to carry out their duties, obligations, and responsibilities as well as possible.Keywords: Criminal Law, Parents, Child Neglect. AbstrakPermasalahan Penelitian ini dilatarbelakangi oleh lajunya peningkatan kasus penelantaran anak oleh orang tua di Indonesia dalam 3 tahun terakhir. Secara hukum terkait tindak pidana penelantaran anak terdapat beberapa pengaturan hukum yang mengatur. Penelitian ini memiliki dua rumusan masalah sebagai berikut: pertama, bagaimana pengaturan hukum terhadap orang tua yang menelantarkan anak dalam tindak pidana penelantaran ditinjau dari hukum pidana di Indonesia? Kedua, bagaimana akibat hukum terhadap orang tua yang menelantarkan anak dalam tindak pidana penelantaran ditinjau dari hukum pidana di Indonesia? Metode penelitian yang digunakan adalah metode hukum normatif, yaitu meneliti data sekunder belaka seperti UUD 1945, KUHP Lama, KUHP Baru, UU PKDRT, UU Perlindungan Anak, jurnal, artikel, karya ilmiah, dan kamus. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengaturan hukum terhadap orang tua yang menelantarkan anak yang berlaku saat ini yaitu merujuk pada Pasal 76 huruf b jo Pasal 77 huruf b UU Perlindungan Anak. Selain itu, akibat hukum bagi orang tua pelaku penelantaran anak adalah hukuman penjara dengan maksimal 5 tahun dan hukuman denda dengan maksimal Rp. 100.000.000. Saran dari penelitian ini ditujukan kepada orang tua dan KPAI agar menjalankan tugas, kewajiban, dan tanggung jawabnya dengan sebaik-baiknya.Kata Kunci: Hukum Pidana, Orang Tua, Penelantaran Anak.