Elok Faiqoh Maulidiyah
Universitas Negeri Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gambaran Celebrity Worship pada Penggemar K-Pop Usia Remaja Muflihatul Hidayah; Dien Amrina Rasyada; Annisaus Sholikhah; Elok Faiqoh Maulidiyah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 01 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v13n01.p20-27

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya fenomena celebrity worship di kalangan remaja seiring dengan pesatnya popularitas K-pop sebagai bagian dari Korean Wave global. Pada masa remaja, keterikatan terhadap figur publik berpotensi memengaruhi perkembangan identitas, regulasi emosi, dan aktivitas keseharian. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bentuk celebrity worship pada penggemar K-pop usia remaja serta memahami pengalaman subjektif mereka dalam mengidolakan selebriti. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling. Partisipan terdiri dari empat remaja perempuan berusia 15–16 tahun yang merupakan siswa SMA dan penggemar K-pop. Data dikumpulkan melalui wawancara tatap muka terstruktur dan dianalisis menggunakan model analisis Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa celebrity worship pada partisipan didominasi oleh dimensi entertainment social dan intense personal, sementara indikasi borderline pathological tidak ditemukan secara signifikan. Partisipan memaknai k-pop sebagai sumber hiburan, motivasi, dan dukungan emosional, serta menunjukkan kontrol diri yang baik dalam membatasi pengidolaan agar tidak mengganggu fungsi akademik dan sosial. Temuan ini mengindikasikan bahwa celebrity worship pada remaja penggemar K-pop dapat bersifat adaptif apabila disertai dengan kesadaran batasan dan regulasi diri yang memadai. Abstract This study was motivated by the increasing phenomenon of celebrity worship among adolescents alongside the growing global popularity of K-Pop as part of the Korean Wave. During adolescence, emotional attachment to public figures may influence identity development, emotional regulation, and daily activities. This study aimed to describe celebrity worship among adolescent K-Pop fans and explore their subjective experiences of idolizing celebrities. A qualitative descriptive approach was employed using purposive sampling. The participants consisted of four female high school students aged 15–16 years who identified as K-Pop fans. Data were collected through structured
Gambaran Academic Burnout pada Mahasiswa Psikologi di Universitas Negeri Surabaya Annisaus Sholikhah; Dien Amrina Rasyada; Elok Faiqoh Maulidiyah; Muflihatul Hidayah
Jurnal Psikologi dan Konseling Vol. 1 No. 4 (2026): Edisi: Juli-September
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Academic burnout merupakan kondisi kelelahan fisik, emosional, dan mental akibat tuntutan akademik yang berlangsung secara berkepanjangan. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengalaman academic burnout pada mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Surabaya dengan mengidentifikasi faktor penyebab, gejala, dampak, serta strategi penanganannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi. Data dikumpulkan melalui Maslach Burnout Inventory (MBI), wawancara semi-terstruktur, dan observasi terhadap empat mahasiswa aktif Program Studi Psikologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa academic burnout dipengaruhi oleh beban akademik yang berlebihan, kurangnya dukungan, ketidakefektifan proses pembelajaran, serta keterbatasan akses terhadap fasilitas belajar. Gejala yang muncul meliputi penurunan motivasi, perubahan emosi dan perilaku, sinisme, serta apatis. Kondisi ini berdampak pada menurunnya produktivitas akademik dan kesejahteraan psikologis mahasiswa. Strategi yang dilakukan meliputi peningkatan kesadaran diri, mencari dukungan sosial, serta mengikuti aktivitas baru untuk memulihkan motivasi. Temuan ini menegaskan pentingnya dukungan akademik, sosial, dan proses pembelajaran yang efektif dalam mencegah serta mengurangi academic burnout.