Kinerja seorang pegawai pada dasarnya di ukur dari hasil kerja yang merupakan prestasi kerja selama periode waktu tertentu dibandingkan dengan berbagai kemungkinan, misalnya standar dan target ataupun juga criteria lain yang dapat di tentukan lebih dahulu dan telah disepakati bersama. Sehingga dapat di katakan kinerja yang merupakan suatu ukuran keberhasilan yang di capai oleh seseorang dalam melaksanakan tugas kerja yang di sebut bdengan suatu beban kerja sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawab dalam kurun waktu tertentu, hal ini berarti merupakan upaya peningkatan kinerja pegawai yang sangat di tentukan oleh kemampuan (ability) dan motivasi individu yang merujuk pada kapasitias individu untuk mengerjakan berbagai tugas dalam satuan pekerjaan. Masalah Kinerja pegawai di pegaruhi oleh beberapa variabel mutasi, yaitu Kemampuan kerja, kesediaan dalam melaksanakan pekerjaan, dan rasa tanggung jawab terhadap pekerjaan. Adapun focus penelitian ini guna memperoleh bukti empirik tentang; 1) Apakah kemampuan kerja,2).Kesediaan dalam melaksanakan pekerjaan dan 3). Rasa tanggung jawab secara simultan berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber daya manusia di kabupaten Biak Numfor, dan apakah faktor kemampuan kerja, kesediaan dalam melaksanakan pekerjaan dan rasa tanggung jawab secara parsial berpengeruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Hasil analisis menunjukan bahwa penelitian ini berhasil membuktikan hipotesa pertama, bahwa faktor kemampuan kerja (X1), kesediaan dalam melaksanakan pekerjaan (X2), dan rasa tanggung jawab (X3) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai (Y). Pada F ratio sebesar 38,190 dan tingkat signifikan p = 0,0000 < (=0,05), selanjutnya penelitian ini juga membujtikan hipotesa kedua bahwa faktor kemampuan kerja (X1)(, kesediaan dalam melaksanakan pekerjaan (X2), dan rasa tanggung jawab(X3) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai, dimana faktor kemampuan dalam melaksanakan pekerjaan (X1) mempunyai pengaruh yang lebih dominan jika di bandingkan dengan faktor kesediaan dalam melaksanakan pekerjaan (X2), dan rasa tangung jawab (X3).