Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Manajemen Humas dalam Meningkatkan Citra Sekolah Melalui Komunikasi dan Branding Digital di SMAN 14 Kota Jambi Risma Nata Saputri; Zulfa Hestri; Paradipa Paradipa; Aurora Chantyka Maharani Ramadhan; Eva Iryani
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.592

Abstract

Studi ini meneliti pendekatan manajemen hubungan masyarakat di SMAN 14 Jambi, dengan tujuan membangun citra positif bagi institusi tersebut. Metodologi yang digunakan bersifat deskriptif dan kualitatif, dengan pengumpulan data berdasarkan wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Partisipan meliputi kepala sekolah dan wakil kepala sekolah yang bertanggung jawab atas hubungan masyarakat, dengan penekanan pada manajemen hubungan masyarakat untuk menjaga citra sekolah. Analisis data dilakukan dalam beberapa tahap: penyederhanaan, penyajian, dan kesimpulan. Untuk memastikan keakuratan data, triangulasi sumber, data, dan teori diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen hubungan masyarakat di SMAN 14 Jambi efektif dan berfokus pada empat kegiatan utama: perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan tindak lanjut. Dalam praktiknya, hubungan masyarakat memiliki dampak signifikan pada komunikasi, baik di dalam institusi maupun dengan pemangku kepentingan eksternal, dengan mendorong kolaborasi dengan berbagai aktor dan memanfaatkan platform digital seperti Instagram, YouTube, dan situs web untuk mempromosikan dan meningkatkan citra institusi. Namun, beberapa kendala masih tetap ada, seperti kurangnya komunikasi antara lembaga dan orang tua, serta partisipasi terbatas dari sebagian anggota masyarakat. Secara keseluruhan, manajemen hubungan masyarakat yang efektif memiliki dampak positif yang signifikan dalam membangun kepercayaan publik dan meningkatkan reputasi serta daya saing sekolah di bidang pendidikan.
Transformasi Paradigma Pendidikan Klasik ke Modern dalam Membangun Kompetensi Abad ke-21 Aurora Chantyka Maharani Ramadhan
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.872

Abstract

Pendidikan menjadi pondasi penting bagi kemajuan sebuah negara yang terus bertransformasi mengikuti perkembangan zaman. Perubahan ini terlihat dalam perspektif pendidikan, penyelenggaraan sistem pendidikan nasional, serta dinamika pendidikan global yang dipengaruhi oleh kemajuan sains, teknologi, dan perubahan masyarakat. Artikel ini berupaya mengupas pandangan pendidikan klasik dan kontemporer, serta pergeseran global dalam cara memandang pendidikan. Pendekatan yang diambil adalah studi kepustakaan dengan meninjau beragam literatur ilmiah terkait. Hasil analisis memperlihatkan bahwa pandangan pendidikan tradisional, seperti perenialisme dan esensialisme, berakar pada pelestarian nilai, kebudayaan, serta pengetahuan warisan yang teruji waktu. Sebaliknya, pandangan pendidikan modern, yang diwakili oleh progresivisme dan rekonstruksionisme, lebih mengutamakan penggalian potensi siswa, kreativitas, ketajaman berpikir, serta fungsi pendidikan dalam mendorong perubahan sosial. Jejak perkembangan sistem pendidikan Indonesia menandai perjalanan panjang, dari masa penjajahan, pasca kemerdekaan, hingga era reformasi dan digitalisasi, yang seluruhnya diwarnai pembaruan kebijakan dan kurikulum. Lebih jauh, lanskap pendidikan dunia menunjukkan pergeseran fokus pembelajaran dari guru ke siswa, didukung pemanfaatan teknologi digital dan tuntutan keterampilan abad ke-21. Dengan demikian, sistem pendidikan dituntut untuk senantiasa beradaptasi dan berinovasi guna melahirkan insan berkualitas, berdaya saing, sambil tetap menjaga nilai budaya serta jati diri bangsa.