S Yusra
Akperkrida

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT DENGAN KETRAMPILAN PENDOKUMENTASIAN S Yusra
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v3i2.24

Abstract

Penulisan penelitian ilmiah menggunakan desain penelitian cross sectional, dimana peneliti mempelajari hubungan variable bebas (pengetahuan dan sikap) dengan variable tergantung (pendokumentasian keperawatan). Sampel dalam penelitian ini adalah semua perawat lulusan Akper Krida Husada di ruangan penyakit dalam RSUD Sunan Kalijaga Demak sebanyak 20 orang. Instrumen atau alat pengumpulan data pada peneltian ini menggunakan kuisioner dan observasi. Dengan menggunakan uji nonparametrik yaitu uji Korelasi Spearman rho. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap perawat dengan ketrampilan pendokumentasian keperawatan di ruangan penyakit dalam RSUD Sunan Kalijaga Demak. Hasil penelitian yang telah dilakukan antara lain: terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan perawat dengan pendokumentasian keperawatan dan terdapat hubungan yang bermakna antara sikap perawat dengan pendokumentasian keperawatan.
PERAWATAN LUKA POST ORIF (OPEN REDUCTION AND INTERNAL FIXATION) DENGAN NACL 0,9% PADA PASIEN FRAKTUR TYBIA DI RUMAH NY.D DI DESA JETIS KAPUAN KUDUS E Nurlaily; S Yusra
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v2i1.10

Abstract

Berdasarkan pengelolaan yang dilakukan pada pasien Ny D, penulis menyimpulkan bahwa Hasil perawatan luka post ORIF selama 10 hari perawatan menggunakan kompres NaCl 0,9% pada Ny.D di jetis kapuan mengalami perbaikan. Didapatkan kondisi luka bersih, tidak muncul tanda-tanda infeksi. NaCl 0,9% direkomendasikan untuk membersihkan luka, walaupun setelah perawatan dengan kompres NaCl ternyata berhasil, Keberhasilan perawatan luka pada Ny.D ini didukung oleh status nutrisi dan vaskularisasi luka yang baik serta penyembuhan luka secara intensi primer dimana proses perbaikan jaringan luka hanya sedikit, berfokus pada penyatuan kedua tepi luka saling berdekatan dan berhadapan. Proses penyembuhan luka ini akan lebih baik apabila menggunakan perawatan dengan konsep mempertahankan kelembaban luka, akan lebih baik jika perawatan luka menggunakan Tulle gras yang dapat melembabkan kondisi luka sehingga terjadi peningkatakan angiogenesis (pembentukan jaringan baru).
PERAWATAN LUKA DENGAN NACL 0,9 % PADA TN. R DENGAN POST EKSISIABSES GLUTEA SINISTRA HARI KE-25 DI RUMAH TN. R DI DESA KIRIG KABUPATEN KUDUS L Sofa; S Yusra
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v3i1.21

Abstract

Berdasarkan pengelolaan yang dilakukan pada pasien perawatan luka post eksisiabses glutea pada Tn. R dengan perawatan menggunakan kompres NaCl 0,9% selama 5 kali perawatan didapatkan warna dasar luka merah, kondisi luka bersih, panjang luka 2,6 cm dengan kedalaman 1,5 cm, bersih tidak ada eksudat dan tidak ada bau, kulit disekitar luka tidak tampak kemerahan, tidak mengeras, tidak berwarna kebiruan, tepi luka halus, tipis, bersih dan lunak. Akan tetapi penggunaan NaCl 0,9% tidak direkomendasikan karena perawatan luka dengan kompres NaCl 0,9 % tidak mengalami perbaikan yang signifikan. Luka pada Tn. R masih berada pada fase proliferasi dimana pada fase tersebut sangat rentan dan mudah rusak sehingga dibutuhkan topical yang bisa mengkondisikan luka lembab seperti hydroactive gel, calcium alginate sebagai primary dressing dan transparent film sebagai secondary dressing. Agar dapat menstimulasi granulasi dan epitelisasi. Selain perawatan luka yang tepat penyembuhan luka juga didukung dari beberapa faktor. Faktor-faktor dalam penyembuhan luka ada dua yaitu faktor lokal dan faktor umum. Faktor lokal diantaranya hidrasi luka, penatalaksanaan luka (aplikasinya),suhu luka, adanya tekanan, gesekan, atau keduanya, adanya benda asing dan ada tidaknya infeksi. Faktor umum diantaranya kondisi umum pasien, seperti usia, penyakit penyerta, vaskularisasi, kegemukan, gangguan sensasi dan pergerakan, status psikologis, terapi radiasi dan obat-obatan, nutrisi. Nutrisi atau asupan makanan sangat mempengaruhi penyembuhan luka. Nutrisi yang buruk akan menghambat makanan sangat mempengaruhi penyembuhan luka. Nutrisi yang buruk akan menghambat proses penyembuhan bahkan menyebabkan infeksi luka.
PERAWATAN LUKA KAKI DIABETIK PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI CINDARA WOUND CARE CENTER JEPARA S Yusra; I aprilani
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v2i2.17

Abstract

Penelitian ini merupakan studi kasus yang bertujuan untuk mencegah infeksi silang (masuk melalui luka) dan mempercepat proses penyembuhan luka penderita kaki diabetik pada pasien diabetes mellitus. Penelitian dilaksanakan melalui observasi mendalam dengan analisa deskriptif. Berdasarkan hasil observasi mendalam, dapat disimpulkan bahwa perawatan luka dengan menggunakan hydrogel Aloe Vera mengalami perbaikan. Didapatkan kondisi luka merah, mulai muncul granulasi, tumbuhnya epitel dan tumbuhnya jaringan baru di tepi luka, serta tidak muncul tanda-tanda infeksi. Perawatan luka juga harus dapat tetap mengkondisikan situasi lembab sehingga dibutuhkan topical hydrogel sebagai primary dressingnya dan padding sebagai secondary dressingnya dengan tujuan agar dapat menstimulasi wound bed preparation. Selain perawatan luka yang tepat, proses penyembuhan luka juga didukung oleh faktor lokal dan faktor umum. Perawatan luka dengan menggunakan topical sangat dirokemendasikan karena luka mengalami perbaikan yang signifikan dimana luka yang hitam bisa berubah menjadi merah.