L Sofa
Akperkrida

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERAWATAN LUKA DENGAN NACL 0,9 % PADA TN. R DENGAN POST EKSISIABSES GLUTEA SINISTRA HARI KE-25 DI RUMAH TN. R DI DESA KIRIG KABUPATEN KUDUS L Sofa; S Yusra
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v3i1.21

Abstract

Berdasarkan pengelolaan yang dilakukan pada pasien perawatan luka post eksisiabses glutea pada Tn. R dengan perawatan menggunakan kompres NaCl 0,9% selama 5 kali perawatan didapatkan warna dasar luka merah, kondisi luka bersih, panjang luka 2,6 cm dengan kedalaman 1,5 cm, bersih tidak ada eksudat dan tidak ada bau, kulit disekitar luka tidak tampak kemerahan, tidak mengeras, tidak berwarna kebiruan, tepi luka halus, tipis, bersih dan lunak. Akan tetapi penggunaan NaCl 0,9% tidak direkomendasikan karena perawatan luka dengan kompres NaCl 0,9 % tidak mengalami perbaikan yang signifikan. Luka pada Tn. R masih berada pada fase proliferasi dimana pada fase tersebut sangat rentan dan mudah rusak sehingga dibutuhkan topical yang bisa mengkondisikan luka lembab seperti hydroactive gel, calcium alginate sebagai primary dressing dan transparent film sebagai secondary dressing. Agar dapat menstimulasi granulasi dan epitelisasi. Selain perawatan luka yang tepat penyembuhan luka juga didukung dari beberapa faktor. Faktor-faktor dalam penyembuhan luka ada dua yaitu faktor lokal dan faktor umum. Faktor lokal diantaranya hidrasi luka, penatalaksanaan luka (aplikasinya),suhu luka, adanya tekanan, gesekan, atau keduanya, adanya benda asing dan ada tidaknya infeksi. Faktor umum diantaranya kondisi umum pasien, seperti usia, penyakit penyerta, vaskularisasi, kegemukan, gangguan sensasi dan pergerakan, status psikologis, terapi radiasi dan obat-obatan, nutrisi. Nutrisi atau asupan makanan sangat mempengaruhi penyembuhan luka. Nutrisi yang buruk akan menghambat makanan sangat mempengaruhi penyembuhan luka. Nutrisi yang buruk akan menghambat proses penyembuhan bahkan menyebabkan infeksi luka.