icca narayani Pramudaningsih
Akperkrida

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

GAMBARAN PELKSANAAN PROGRAM BINA KELUARGA LANSIA (BKL) TERHADAP PERILAKU SEHAT LANSIA DI DESA JEPANG KECAMATAN MEJOBO KAABUPATEN KUDUS icca narayani Pramudaningsih; wulan sari
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v5i1.52

Abstract

AbstractHealthy elderly behavior is a healthy condition in elderly that includes ability in self-care, fulfillment of nutri need, accident prevention, fulfill requirement of rest, prevention of withdrawing with environment. Efforts to improve the welfare of the elderly, especially in the field of health certainly involves the participation of government, private, and community. Important factors that must be done to reduce the number of morbidity in the elderly in the form of promotive and preventive efforts. In addition, there must be effective coordination between cross-related programs in the health environment in an effort to improve the health of elderly Elderly Family Development Program implemented through posyandu elderly activities is one of the elderly health service efforts that work together between health workers with the community. Family Development Program is an extension activity covering physical health development for elderly. Physical guidance is the coaching for the elderly and the elderly themselves, the extension material includes the fulfillment of balanced nutrition, exercise, personal hygiene, environmental hygiene, and periodic health checks so that the elderly stay fit and not be a burden for the family. This study aims to determine the description of Family Development Program is Implementation Against Elderly Healthy Behavior In Jepang Village District Mejobo Kudus District. Type of qualitative research with descriptive method and sampling by purpusive sampling at elderly in Jepang village. retrieval with in-depth interview in get result among others. Socialization of Family Development Program program in Jepang by various means such as through direct communication through the container of organization organization in Mejobo village like, PKK, regular meeting of fathers, as well as the posyandu program of elderly, Knowledge Level description of research subject about BKL program is enough, almost the same has the answer that the purpose of Family Development Program is to stay healthy in the old days, Family Development Program, in the village of Jepang has been running from the Action to improve healthy life behavior elderly through Family Development Program,in the form of health education education about related diseases and how to treat the disease with correct dietary elucidation, visit of cadre of elderly home Picture of attitude of research subject in addressing Family Development Program,Subject of research feel happy and support with existence of Family Development Program,description of Family Development Program,toward healthy behavior of elderly subject of research, subject of research have changed yan behavior positive to their health. Keywords: elderly Family Development, Healthy Behavior, ElderlyInti SariPerilaku sehat lansia adalah suatu kondisi sehat pada lansia yang mencakup kemampuan dalam perawatan diri, pemenuhan kebutuhan nutri, pencegahan kecelakaan, pemenuhan kebutuhan istirahat, pencegahan menarik diri dengan lingkungan. Upaya peningkatan kesejahteraan lanjut usia, khususnya dalam bidang kesehatan tentu melibatkan peran serta pemerintah, swasta, dan masyarakat. Faktor penting yang harus dilakukan untuk mengurangi angka kesakitan pada lanjut usia berupa upaya promotif dan preventif. Selain itu, harus ada koordinasi yang efektif antara lintas program terkait di lingkungan kesehatan dalam upaya peningkatan kesehatan lansiaProgram Bina Keluarga Lansia (BKL) yang dilaksanakan melalui kegiatan posyandu lansia merupakan salah satu upaya pelayanan kesehatan lansia yang bekerjasama antara petugas kesehatan dengan masyarakat. Program BKL merupakan kegiatan penyuluhan meliputi pembinaan kesehatan fisik bagi lanjut usia. Pembinaan fisik merupakan pembinaan bagi keluarga yang memiliki lanjut usia dan bagi lanjut usia itu sendiri, materi penyuluhan meliputi pemenuhan gizi seimbang, olahraga, pemeliharaan kebersihan diri, kebersihan lingkungan, dan pemeriksaan kesehatan berkala sehingga lansia tetap sehat bugar dan tidak menjadi beban bagi keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Pelaksanan Program BKL Terhadap Perilaku Sehat Lansia Di Desa Jepang Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus. Jenis Penelitian kualitatif dengan metode deskriptif serta pengambilan sampel dengan purpusive sampling pada lansia didesa Jepang Pengambilan data dengan wawancara mendalam di dapatkan hasil antara lain. Sosialisasi program BKL di Jepang dengan berbagai cara diantaranya melalui komunikasi secara langsung melalui wadah wadah organisasi di desa Mejobo seperti, PKK, Pertemuan rutin bapak-bapak, serta disaat adanya program posyandu lansia, Gambaran Tingkat Pengetahuan subjek penelitian tentang program BKL cudah cukup,  Subjek Penelitian hampir sama mempunyai jawaban bahwa tujuan BKL adalah untuk tetap menjadi sehat di hari tua, Program BKL di desa Jepang sudah berjalan  mulai dari Tindakan untuk meningkatkan perilaku hidup sehat lansia melalui Bina Keluarga Lansia (BKL) berupa penyuluhan pendidikan kesehatan tentang penyakit terkait dan cara merawat penyakit dengan penyuluhan diet yang benar, kunjungan kader kader kerumah lansia,  Gambaran Sikap subyek penelitian dalam menyikapi program BKL, Subjek penelitian merasa senang dan  mendukung dengan adanya program BKL, Gambaran Program BKL terhadap perilaku sehat lansia subjek penelitian, subjek penelitian sudah mengalami perubahan perilaku yang positif terhadap kesehatan  mereka. Kata kunci: Bina Keluarga Lansia (BKL), Perilaku sehat, Lansia  
PENGARUH STRENGTHENING EXERCISE TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI LUTUT PADA PENDERITA OSTEOARTHRITIS icca narayani Pramudaningsih; wahyu sarayosa rahmawati devi
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v4i2.50

Abstract

Abstract Knee osteoarthritis (OA) is a chronic knee joint disorder with knee joint damage, in the form of disintegration and bony edge growth (osteophytes) that cause pain in the knee. One of the non-pharmacological therapy that can reduce the intensity of pain is to do Strengthening Exercise The purpose of this study was to determine the effect of Strengthening Exercise in decreased knee pain intensity in Osteoarthritis patients This case study design is Quesy experiment using a control group design pre-post-test with a total sample of 46 people using total sampling technique, 23 intervention samples and 23 control samples. The results of this study were knee pain in the control group before and after without strengthening exercise average respondents experienced moderate knee pain as much as 17 people (73.9%) and Pain knee respondents in the intervention group before doing Strengthening Exercise average respondents had knee pain while as many as 17 people (73.9%) and after strengthening exercise the average respondents experienced mild joint pain as much as 16 people (69.6%). Based on the research, it can be concluded that there is a difference of knee pain in the intervention group with p value of 0.000 and the difference of knee pain in the control group with p value of 0.011 Keywords: Knee osteoarthritis, knee pain, strengthening exercise.  Intisari             Osteoarthritis (OA) lutut adalah gangguan sendi lutut yang bersifat kronis disertai kerusakan tulang sendi lutut, berupa disintegrasi dan pertumbuhan tepi tulang (osteofit) yang menyebabkan nyeri pada lutut. Salah satu terapi non farmakologi yang dapat menurunkan intensitas nyeri adalah dengan melakukan Strengthening Exercise Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Strengthening Exercise dalam penurunan intensitas nyeri lutut pada penderita Osteoarthritis Rancangan studi kasus ini adalah Quesy eksperimen dengan menggunakan bentuk rancangan control group pre test-post test dengan jumlah sampel sebanyak 46 orang dengan menggunakan teknik total sampling, 23 sampel intervensi dan 23 sampel kontrol. Hasil dari penelitian ini adalah Nyeri lutut pada kelompok kontrol sebelum dan sesudah tanpa melakukan strengthening exercise rata-rata responden mengalami nyeri lutut sedang sebanyak 17 orang (73.9%) dan Nyeri lutut responden pada kelompok intervensi sebelum melakukan Strengthening Exercise rata-rata responden mengalami nyeri lutut sedang sebanyak 17 orang (73.9%) dan sesudah melakukan strengthening exercise rata-rata responden mengalami nyeri sendi ringan sebanyak 16 orang (69.6%). Berdasarkan penelitian tersebut maka diperoleh kesimpulan bahwa Adanya perbedaan nyeri lutut pada kelompok intervensi dengan nilai p value sebesar 0.000 dan adanya perbedaan nyeri lutut pada kelompok kontrol dengan p value sebesar 0.011 Kata kunci : Osteoarthritis lutut, Nyeri lutut, strengthening exercise. 
HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK PERAWAT PELAKSANA DAN MOTIVASI PERAWAT DALAM MENERAPKAN KOMUNIKASI THERAPEUTIK PADA FASE KERJA DI RUMAH SAKIT ISLAM SUNAN KUDUS jamaludin jamaludin; Icca narayani Pramudaningsih
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v3i2.23

Abstract

Berdasarkan analisa penelitian hubungan antara karakteristik perawat pelaksana dengan motivasi perawat dalam menerapkan komunikasi terapeutik pada fase kerja diRumah Sakit Islam Sunan Kudus. Pada penelitian ini pengambilan sample dilakukan dengan tekhnik simple random sampling, yaitu setiap anggota populasi mempunyai mempunyai peluang yang sama untuk menjadi anggota sampel dengan cara undian, besarnyasampel didapatkan 47 orang sampel.Jenis penelitian ini adalah korelasional dengan menggunakan pendekatan cross-sectional, yaitu penelitian yang menekankan pada waktu pengukuran data variable bebas dan variabel terikat dalam waktu bersamaan. Sedangkan desain penelitiannya adalah explanatory research design, dimana peneliti mencari penjelasan mengenai adanya hubungan antara karakteristik perawat dengan motivasi menerapkan komunikasi terapeutik pada fase kerja dengan menguji hipotesa yang telah dibuat Hasil penelitian menunjukan bahwa karaktersitik perawat mempunyai hubungan yang signifikan dengan motivasi perawat dalam menerapkan komunikasi terapeutik pada fase kerja, yaitu pada dimensi pendidikan dengan signifikansi 0.000, pada dimensi pelatihan dengan signifikansi 0.000, pada dimensi umur dengan signifikansi 0.021, pada dimensi lama kerja dengan signifikansi 0.034. namun ada satu variable yang secara statistik tidak ada hubungan yang bermakna yaitu pada dimensi jenis kelamin dengan signifikansi 0.135.