Jamaludin Jamaludin
Dosen Akademi Keperawatan Krida Husada

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Terapi Bekam Terhadap Penurunan Kadar Asam Urat Darah Pada Pasien Gout Di Wilayah Kerja Puskesmas Sukolilo II Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati Febrianto Febrianto; Jamaludin Jamaludin
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 7, No 1 (2020): Jurnal Profesi Keperawatan
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v7i1.77

Abstract

Abstrak          Gout merupakan hasil sisa metabolisme dari tubuh disebut sebagai zat purin, seperti daging ayam, jeroan, dan bayam. Prevelensi gout di dunia Menurut World Health organization (WHO) Tahun (2018), sebanyak 1370 kasus (33,3%). Penyakit gout menimbulkan komplikasi seperti tophi, deformitas sendi, dan batu ginjal. Asam urat  merupakan hasil metabolisme zat  purin di dalam tubuh. Tindakan non farmakologis yang bisa menurunkan kadar asam urat darah yaitu dengan terapi bekam basah, bekam basah dalam menurunkan kadar asam urat darah, melaui sayatan jarum lancet, menyebabkan sel mast melepaskan zat histamine, zat histamine, bermanfaat meningkatkan sistem imunitas tubuh dan menyebabkan mikrosirkulasi pembuluh darah yang memicu timbulnya relaksasi otot-otot yang kaku dan memperbaiki kerja ginjal, sehingga asam urat darah dapat dikeluarkan melalui ginjal dan urine. Metode penulisan ini adalah desain penulisan deskriptif, yaitu suatu penulisan yang dilakukan untuk menggambarkan suatu fenomena yang terjadi didalam masyarakat. sampelnya adalah di Desa Prawoto, yaitu klien Tn. S, Tn. D, dan Tn. K. Data ini diperoleh dengan cara yaitu : wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil setelah dilakukan terapi bekam basah selama 3 kali dalam 4 pertemuan, dari ketiga responden mengalami penurunan rata-rata kurang lebih 1-2 mg/dL. hal tersebut menunjukan bahwa pemberian terapi bekam basah dapat menurunkan kadar asam urat darah.Kata Kunci : Gout, Asam Urat darah, Bekam basah
Penerapan Terapi Guided Imagery Terhadap Penurunan Nyeri Pada Pasien Post Operasi Apendiktomi Di RSUD RA Kartini Jepara Afiana Udkhiyah; Jamaludin Jamaludin
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 7, No 2 (2020): Jurnal Profesi Keperawatan
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v7i2.83

Abstract

ABSTRAK          Apendisitis merupakan infeksi bakteri. Sumbatan lumen apendiks merupakan faktor yang diajukan sebagai pencetus disamping hyperplasia jaringan limfoid, tumor apendiks, dan cacing askaris dapat menyebabkan sumbatan. Tindakan pengobatan terhadap apendisitis dapat dilakukan dengan cara operasi. Penatalaksanaan terhadap nyeri dibagi menjadi dua yaitu dengan farmakologi dan non-farmakologi. Tindakan farmakologi yaitu dengan kolaborasi dengan perawat dan dokter untuk pemberian obat analgesik dan tindakan non-farmakologi yang bisa menurunkan nyeri yaitu dengan menggunakan terapi guided imagery. Guided imagery merupakan salah satu teknik yang dapat menimbulkan efek relaksasi dan menurunkan nyeri. Konsep guided imagery menggunakan imajinasi dari individu secara terbimbing yang bertujuan mengembangkan relaksasi dan menurunkan nyeri. Metode penulisan ini yang digunakan adalah deskriptif yang bertujuan untuk menerangkan atau menggambarkan masalah penelitian yang terjadi di RSUD RA Kartini Jepara. Sampelnya adalah Tn.N dan Tn.A. Data ini diperoleh dengan cara yaitu : wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi. Hasil setelah dilakukan terapi guided imagery selama 15 menit dilakukan selama 2 kali sehari selama 3 hari, dari kedua responden mengalami penurunan nyeri. Responden 1 dari skala nyeri 6 menjadi skala 2 dan responden 2 dari skala nyeri 5 menjadi skala 2. Hal tersebut menunjukaan bahwa penerapan terapi guided imagery efektif dalam penurunan nyeri.Kata Kunci : Apendisitis, Nyeri, Guided imagery