ABSTRAK Apendisitis merupakan infeksi bakteri. Sumbatan lumen apendiks merupakan faktor yang diajukan sebagai pencetus disamping hyperplasia jaringan limfoid, tumor apendiks, dan cacing askaris dapat menyebabkan sumbatan. Tindakan pengobatan terhadap apendisitis dapat dilakukan dengan cara operasi. Penatalaksanaan terhadap nyeri dibagi menjadi dua yaitu dengan farmakologi dan non-farmakologi. Tindakan farmakologi yaitu dengan kolaborasi dengan perawat dan dokter untuk pemberian obat analgesik dan tindakan non-farmakologi yang bisa menurunkan nyeri yaitu dengan menggunakan terapi guided imagery. Guided imagery merupakan salah satu teknik yang dapat menimbulkan efek relaksasi dan menurunkan nyeri. Konsep guided imagery menggunakan imajinasi dari individu secara terbimbing yang bertujuan mengembangkan relaksasi dan menurunkan nyeri. Metode penulisan ini yang digunakan adalah deskriptif yang bertujuan untuk menerangkan atau menggambarkan masalah penelitian yang terjadi di RSUD RA Kartini Jepara. Sampelnya adalah Tn.N dan Tn.A. Data ini diperoleh dengan cara yaitu : wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi. Hasil setelah dilakukan terapi guided imagery selama 15 menit dilakukan selama 2 kali sehari selama 3 hari, dari kedua responden mengalami penurunan nyeri. Responden 1 dari skala nyeri 6 menjadi skala 2 dan responden 2 dari skala nyeri 5 menjadi skala 2. Hal tersebut menunjukaan bahwa penerapan terapi guided imagery efektif dalam penurunan nyeri.Kata Kunci : Apendisitis, Nyeri, Guided imagery
Copyrights © 2020