Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISA PENGARUH FAKTOR MAKROEKONOMI TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN (IHSG) DARI TAHUN 1998 SAMPAI TAHUN 2024 Zulhelfi Zulhelfi
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 8 No. 6 (2025): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/rc5nyr53

Abstract

Pasar modal dan makroekonomi merupakan dua bagian yang saling terkait dan saling mempengaruhi dalam perekonomian suatu negara. Pasar modal yang tumbuh dan sehat dapat mendorong pertumbuhan ekonomi melalui tersedianya dana jangka panjang untuk ekspansi usaha yang akan meningkatkan kepercayaan konsumen dan pelaku usaha, sehingga dapat mendorong konsumsi dan investasi. Faktor-faktor makroekonomi seperti suku bunga, inflasi, dan nilai tukar, cenderung mempengaruhi kinerja dan harga saham perusahaan. Investor menggunakan analisa makroekonomi untuk menilai potensi keuntungan dan risiko, yang akan mempengaruhi keputusan jual-beli saham, karena perubahan ekonomi dapat menguntungkan atau merugikan profitabilitas perusahaan. Banyak penelitian yang telah dilakukan untuk melihat pengaruh faktor-faktor makroekonomi terhadap indeks harga saham. Dari penelitian tersebut terdapat perbedaan temuan sehingga sangat menarik untuk mengkaji lebih lanjut penelitian sejenis dengan rentang waktu yang lebih panjang. Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk mengamati pengaruh beberapa faktor makroekonomi terhadap sentimen di pasar modal, yaitu dengan menganalisa pengaruh perubahan faktor-faktor makroekonomi seperti inflasi, nilai tukar, suku bunga, produk domestik bruto, dan jumlah uang beredar terhadap perubahan indeks harga saham selama periode tahun 1998 sampai tahun 2024. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa regresi linier berganda. Berdasarkan hasil analisa dan pembahasan yang telah dilakukan, perubahan nilai tukar USD/IDR berpengaruh negatif dan signifikan terhadap IHSG, sedangkan faktor makroekonomi lainnya tidak mempengaruhi IHSG secara signifikan.
Analyze Factors Affecting Indonesia 10-Year Government Bond Yield Period 2021-2025 Zulhelfi Zulhelfi
Almana : Jurnal Manajemen dan Bisnis Vol. 10 No. 1 (2026): April
Publisher : Bandung: Prodi Manajemen FE Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36555/almana.v10i1.2998

Abstract

Bond investors can calculate investment income on the funds invested in these bonds using a yield measurement tool. Yield is used, which is the primary metric investors use to assess investment profitability, aid decision-making, and assess potential risk. Bond yields and their movements reflect information about economic prospects, risks, and market functioning. This study aims to analyze the variables that influence the Indonesian 10-year government bond yield. Government bond yields are crucial economic indicators because they reflect market expectations for future growth, inflation, interest rates, and signaling economic health. Rising yields often suggest growth/inflation fears, while falling yields signal economic slowdown or demand for safety; the yield curve's shape is a powerful recession predictor. The independent variables that influence Indonesia's 10-year government bond yield analyzed in this study are inflation, the BI rate, CDS, Brent oil, the percentage change in the IDR/USD exchange rate, and the percentage change in the 10-year Treasury yield. Based on the regression analysis, this study can be concluded that the variables with positive significant effects are the BI rate, CDS, and Brent Oil, while Inflation has negative significant effects. However, the percentage change in the IDR/USD exchange rate and the percentage change in the 10-year Treasury yield did not significantly affect.