Inne Satyawisudarini
Universitas Langlangbuana

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Pengendalian Persediaan Bahan Baku Dan Pemeliharaan Mesin Terhadap Produktivitas Operasional Pada PT Superbtex (Studi Pada Produk Benang Polyester 100% Bahan Baku Semi Dull) Nazwa Putri Nabilla; Inne satyawisudarini; Syifa Fauziah Hamidah
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.483

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengendalian persediaan bahan baku dan pemeliharaan mesin terhadap produktivitas operasional pada PT Superbtex (Studi pada Produk Benang Polyester 100% Bahan Baku Semi Dull). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pengendalian persediaan bahan baku dan pemeliharaan mesin, sedangkan variabel terikatnya adalah produktivitas operasional yang menjadi faktor penting bagi keberlangsungan perusahaan di tengah persaingan industri tekstil. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan verifikatif, di mana data diperoleh melalui kuesioner kepada 77 responden menggunakan teknik purposive sampling, kemudian dianalisis dengan uji validitas, reliabilitas, analisis jalur (path analysis), uji t, dan uji F melalui bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian persediaan bahan baku, pemeliharaan mesin, dan produktivitas operasional berada pada kategori cukup baik, serta pengendalian persediaan bahan baku maupun pemeliharaan mesin terbukti berpengaruh signifikan baik secara parsial maupun simultan terhadap produktivitas operasional. Semakin baik pengendalian persediaan bahan baku dan pemeliharaan mesin yang dilakukan perusahaan, maka semakin tinggi pula produktivitas operasionalnya, sehingga PT Superbtex disarankan untuk terus meningkatkan akurasi pencatatan stok suku cadang serta mengoptimalkan keterampilan teknisi agar mampu mempertahankan kelancaran alur produksi di tengah persaingan pasar yang kompetitif.
PENGARUH KOMPENSASI DAN BEBAN KERJA TERHADAP TURNOVER INTENTION KARYAWAN NON-ASN DI KECAMATAN BATUNUNGGAL KOTA BANDUNG Rindy Ulfha Alfiah; Inne Satyawisudarini; Dudi Hendaryan
Jurnal Ekonomi dan Manajemen Vol. 5 No. 2 (2026): Juni: Jurnal ekonomi dan Manajemen
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jekma.v5i2.2837

Abstract

Kecenderungan angkat kaki dari pekerjaan pada tenaga Non-ASN di Kecamatan Batununggal Kota Bandung ditelaah dalam riset kuantitatif deskriptif dan verifikatif ini berdasarkan sudut pandang pemberian kompensasi serta tekanan beban kerja. Isu ini krusial lantaran tingginya angka perputaran pegawai berisiko merusak stabilitas organisasi dan efektivitas layanan publik. Seluruh populasi yang berjumlah 40 tenaga Non-ASN dilibatkan penuh sebagai responden melalui teknik sensus atau sampel jenuh. Data dihimpun lewat observasi, wawancara, serta kuesioner, yang kemudian dikonversi memakai Method of Successive Interval sebelum diuji melalui analisis jalur. Secara deskriptif, aspek kompensasi mencatat angka 69,09% (kategori baik), beban kerja mencapai 75,15% (kategori baik), dan keinginan pindah kerja berada di posisi 67,61% (kategori cukup baik dengan kecenderungan keluar yang relatif rendah). Hasil estimasi jalur menunjukkan bahwa kompensasi membawa pengaruh signifikan terhadap keinginan keluar dengan koefisien sebesar 0,551 dan nilai t hitung 4,281 pada signifikansi kurang dari 0,001. Sebaliknya, besaran beban kerja terbukti tidak berpengaruh signifikan terhadap niat keluar, ditunjukkan oleh koefisien jalur 0,239, nilai t hitung 1,857, dan angka signifikansi 0,071. Jika diuji bersama-sama, kedua faktor tersebut berpengaruh signifikan terhadap niat mengundurkan diri dengan capaian F hitung 14,221 dan nilai signifikansi di bawah 0,001. Gabungan kompensasi dan beban kerja ini menyumbang porsi pengaruh sebesar 43,5%, sedangkan sisa 56,5% ditentukan faktor eksternal di luar model amatan.
PENGARUH ETIKA KERJA DAN LINGKUNGAN NON FISIK TERHADAP DISIPLIN KERJA KARYAWAN DI AFRA MUSLIM DISTRO Bias Dhia Rabbani; Dudi Hendaryan; Inne Satyawisudarini
Jurnal Ekonomi dan Manajemen Vol. 5 No. 2 (2026): Juni: Jurnal ekonomi dan Manajemen
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jekma.v5i2.2838

Abstract

Kepatuhan kerja staf pada Afra Muslim Distro Bandung dikaji melalui sudut pandang moralitas profesional dan atmosfer kerja non-material dalam riset ini. Studi kuantitatif yang mengusung sifat deskriptif serta verifikatif ini menempatkan etika kerja beserta kondisi lingkungan non-fisik selaku variabel bebas, sedangkan kedisiplinan bertindak sebagai variabel terikat. Seluruh karyawan yang berjumlah 33 orang dijadikan subjek amatan secara menyeluruh lewat skema sampling jenuh atau sensus. Penjaringan opini mengandalkan instrumen kuesioner dengan skala Likert, di mana datanya dikonversi memakai Method of Successive Interval sebelum diuji lewat analisis jalur. Berdasarkan hasil olah data, moralitas kerja secara parsial terbukti membawa kontribusi positif dan signifikan dengan nilai koefisien beta sebesar 0,612 serta nilai t hitung mencapai 4,342, melampaui t tabel sebesar 2,042 pada tingkat signifikansi kurang dari 0,001. Di samping itu, lingkungan non-fisik juga memperlihatkan pengaruh positif dan signifikan yang serupa, ditandai oleh koefisien beta sebesar 0,323 dan nilai t hitung 2,293 dengan signifikansi di bawah 0,029. Apabila diuji bersama-sama, kombinasi kedua aspek tersebut berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan karyawan dengan capaian F hitung sebesar 61,013 yang berada di atas F tabel sebesar 3,32 serta signifikansi di bawah 0,001. Gabungan faktor tersebut memberikan sumbangsih sebesar 80,3 persen pada variasi disiplin, sedangkan sisa 19,7 persen dipicu oleh aspek eksternal lain di luar amatan. Oleh karena itu, penguatan nilai moral dalam bekerja serta pencarian suasana kerja non-fisik yang harmonis menjadi kunci strategis demi mendongkrak ketertiban kerja staf.