Fransiskus Saverius Nurdin
Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Melihat Diferensiasi Fundamental KUHP Lama (WVS) dan KUHP Nasional Indonesia Fransiskus Saverius Nurdin; Gunarto; Lathifah Hanim
ALADALAH: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2025): ALADALAH: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora
Publisher : LP3M INSTITUT KH YAZID KARIMULLAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59246/aladalah.v3i3.1562

Abstract

abstract
Islamic Sharia in The Regulations Regarding Adultery in The National Criminal Code Fransiskus Saverius Nurdin
ALADALAH: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora Vol. 4 No. 3 (2026): ALADALAH: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora
Publisher : LP3M INSTITUT KH YAZID KARIMULLAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59246/0t3pad79

Abstract

The rapid progress of science (logical positivism) impacts technological progress. The onslaught of scientific progress has also impacted legal science, which requires law to be logical and free of values, including religious values. This article starts with the question of whether the regulation of the crime of adultery in the National Criminal Code is devoid of Islamic Sharia, like the old Criminal Code. This article discusses two brief points: first, how adultery is defined according to the legal reasoning of the national Criminal Code; second, how adultery is defined according to the logic of Islamic Sharia and its integration into the regulation of adultery in the national Criminal Code. This article results from library research with statutory and Islamic Sharia approaches. This article finally states first: in terms of legal reasoning, the national Criminal Code has regulated in detail the crime of adultery, namely Article 411 (adultery), Article 412 (cohabitation), and Article 413 (incest), second: Islamic legal reasoning recognizes two types of adultery, namely muḥṣan and ghair muḥṣan adultery and Article 411 is substantially inspired by the narration of Uqbah bin Amir al-Jahni Ra. The narration of the companion Jabir Ra essentially inspires article 412. Article 413 is substantially inspired by the letter QS al-Nisa 4:23. So, in the end, this article concludes that the regulation regarding the crime of adultery in the national Criminal Code is not free from religious values but rather is constitutively the result of the integration of Islamic Sharia.
JOKI ANAK DI BAWAH UMUR DALAM TRADISI PACUAN KUDA DI SUMBA TIMUR PERSPEKTIF TEORI LAW AS A TOOL OF SOCIAL ENGINEERING Delvis Tamu Boku; Fransiskus Saverius Nurdin; Maureen V. Plaikoil
Law Jurnal Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/lj.v7i1.8719

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis fenomena penggunaan anak di bawah umur sebagai joki dalam tradisi pacuan kuda di Kabupaten Sumba Timur, dengan menggunakan teori law as a tool of social engineering sebagai basis pijakan analisis. Praktik penggunaan joki anak tersebut merupakan tradisi yang sudah dianggap budaya yang telah berlangsung lama, namun menimbulkan persoalan hukum terkait perlindungan anak. Hal ini menunjukkan adanya ketegangan antara praktik budaya dan norma hukum posistif yang menuntut perlindugan terhadap anak. Untuk mengantar analisis sampai kilimaks maka penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum dengan pendekatan perundang-undangan dan filsafat hukum. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dalam perspektif hukum sebagai alat rekayasa sosial (law as a tool of social engineering), hukum harus mampu menyeimbangkan antara pelestarian budaya dan perlindungan anak melalui regulasi yang adaptif serta peningkatan kesadaran masyarakat pentingnya ketaatan terhadap hukum atau hukum adalah sarana yang dapat digunakan untuk membentuk masyarakat dan mengatur tingkah laku manusia