Mohammad Lutfianto
STIU Darussalam Bangkalan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PANDANGAN ORIENTALIS TENTANG HADIS SEBAGAI SUMBER HUKUM ISLAM Mohammad Lutfianto; takwa takwa taqwallo
Musnad : Jurnal Ilmu Hadis Vol 1 No 1 (2023): Juli
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56594/musnad.v1i1.129

Abstract

Pada abad ke-19 merupakan periode ketika orang muslim menghadapi munculnya tantangan dari para sarjana orientalis yang bersikap kritis dalam studi hadis. Adalah Alois Sprenger yang menjadi sarjana Barat pertama yang mengekspresikan skeptisisme tentang rehabilitasi hadis sebagai sumber sejarah. Kemudian muncul Ignaz Goldziher melalui karyanya Muhammedanische Studien, berpendapat bahwa hadis Nabi sesungguhnya merupakan hasil evolusi sosial-historis Islam selama abad kedua Hijriah dan diikuti beberapa orang lainnya. peneliti menfokuskan pada pembahasan seputar bagaimana kedudukan hadis dalam pandangan Orientalis dan eksistesnsinya sebagai sumber hukum kedua umat Islam. Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian kualitatif dengan menggunakan metode analisis konteks atau tokoh terhadap data-data yang sifatnya dokumtasi. pandangan orientalis tentang otentitas hadis sebagai sumber hukum, yaitu: hadis merupakan produk buatan kaum muslimin abad kedua dan ketiga Hijriyah yng berupa catatan-catatan perkembangan Islam di bidang sosial, agama, sejarah dan lainnya, sedangkan kelangkahan peninggalan hadis bentuk tulisan menunjukkan bahwa hadis tidak dapat dipelihara keaslihannya, (b) Mereka sepakat bahwa eksistensi sunnah Nabi sebagai sumber hukum tidaklah terjadi sejak awal Islam dan produk hukum Islam baru terbentuk pada abad kedua Hijriyah dan merupakan hasil dari perkembangan Islam, dan hadis masa itu adalah hasil dari pemalsuan yang dibuat ahli hadis ataupun ahli fikih.
ḤADĪTH ZAWĀID DALAM SUNAN IBN MĀJAH Mohammad Lutfianto
Musnad : Jurnal Ilmu Hadis Vol 1 No 2 (2023): Desember
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penulis memfokuskan penelitian ini terhadap ḥadīth- ḥadīth zawaid yang ada dalam kitab Ibn Mājah, tentang contoh- contoh ḥadīth- ḥadīth zawaid yang terdapat kitab Ibn Mājah dan hal-hal yang berkaitan dengan ḥadīth zawaid, seperti kualitas perawi dan kualitas ḥadīth- ḥadīth tersebut. hadīth zawāid adalah hadīth- ḥadīth yang lebih pada kitab tertentu (hadīth- ḥadīth yang tidak terdapat dalam al- kutub al-khamsah). Jumlah ḥadīth dalam kitab Sunan Ibn Mâjah sebanyak 4.341 hadis. Dari jumlah itu, 3.002 hadis juga diriwayatkan dalam al-kutub al-khamsah, baik seluruh matan maupun sebagiannya. Sisanya, sebanyak 1.339 hadis adalah hadis zawâ’id/ di luar hadis yang terdapat dalam al-kutub al-khamsah. Kualitas perawi dari ḥadīth-ḥadīth zawāid yang dibahas kebanyakan berstatus ṣadūq. Namun ada pula yang thīqah, ḍa`if, majhūl bahkan matrūk. Adapun kualitas sanadnya juga beragam ada yang bersanad ḥasan, ḍaif ataupun musalsal.