Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RESEPSI HADIS DALAM ANIMASI “MELAWAN BEGAL” DI CHANNEL YOUTUBE CULAPCULIP syafiuddin syafiuddin syafiuddin; Syaiful Rizal; Yunus Yunus; Moh. Holil; Hoiruddin Hoiruddin; Fatichatus Sadiyah
Musnad : Jurnal Ilmu Hadis Vol 2 No 1 (2024): Juli
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56594/musnad.v2i1.278

Abstract

Teknologi di era sekarang telah mengalami perkembangan yang pesat dan menyentuh berbagai aspek kehidupan manusia. Perkembangan teknologi ini didorong oleh keinginan manusia untuk mencari alternatif dan mengembangkan alat untuk memudahkan segala aktivitas. Mempelajari agama yang dulunya harus membaca, menghadiri majlis ilmu dan lain sebagainya, sekarang dapat diakses dengan internet melalui media sosial seperti Tiktok, Youtube Instagram, dan Facebook. Masyarakat muslim sekarang lebih banyak menggali ajaran-ajaran agama melalui media sosial, terutama Youtube. CulapCulip adalah salah satu film animasi youtube yang banyak digandrungi oleh masyarakat dengan subscriber-nya mencapai 1,62 juta. Jenis penelitian ini menggunakan jenis kepustakaan (Library reseach). Tulisan ini akan mengulas tentang resepsi hadis dalam film animasi “Melawan Begal” di channel youtube CulapCulip. Film tersebut adalah film animasi pendek bernuansa Islami yang berdurasi sekitar 2-3 menit yang dalam beberapa adegannya menunjukkan resepsi dari hadis Nabi SAW terutama tentang Menjaga harta dari orang jahat atau begal. Untuk mengetahui ragam resepsi atas hadis Nabi dalam film animasi “Melawan Begal” tersebut, penulis menggunakan teori resepsi yang diusung oleh Saifuddin Zuhri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa resepsi hadis dalam film animasi tersebut terbagi menjadi tiga bentuk; resepsi eksegesis yakni beberapa animasi banyak menampilkan hadis-hadis yang dikutip dengan mengunakan bahasa Indonesia pada akhir vidionya, resepsi estetis yakni hampir dalam animasi ini banyak pengaplikasian yang berbentu adengan, dan resepsi fungsional di mana dalam animasi ini juga banyak pesan informatif yang diterima oleh penonton.
Upaya Restorasi Lahan Melalui Pembagian Bibit Tanam di Dusun Tambes Desa Lerpak Geger Bangkalan Fatichatus Sadiyah; Abdurrohman Abdurrohman
Al-Khidmah Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): JANUARI-APRIL
Publisher : Institute for Research and Community Service (LPPM) of the Islamic University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/jak.v5i1.3912

Abstract

Tambes Hamlet is known for its fertile soil and rich natural potential. This land supports the growth of various crops and provides opportunities for farmers. With a good climate and abundant resources, Tambes Hamlet can produce a lot of agricultural products, supporting food needs and the local economy. However, these resources have not been utilized to their full potential, with a lot of empty land and a lack of fruit commodities. Lack of agricultural management knowledge is the main reason for the difficulties faced by farmers. The author conducts land restoration to improve soil quality and farmer knowledge, and works with the government to provide education and distribute planting seeds. These efforts benefit both the environment and the community. In general, in implementing this program, the author divides it into three methods; preparation, implementation, and evaluation. Land restoration is an important process to repair damaged land. The goal is to return the land to a better condition so that it can be used for agriculture or other ecosystems. Restoration methods include reforestation, which is the replanting of trees. Soil conservation is also important to maintain fertile soil quality. Restoration benefits the environment and the community, increasing biodiversity and supporting plant and animal species. Tambes Hamlet faces soil productivity issues that affect agriculture. Soil restoration is needed so that the community can benefit from it.