Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Digital Forensic Analysis of Data Recovery in File Deletion Cases Using the National Institute of Standards and Technology (NIST) Method Dwingka Audita; Poetri Lestari; Farniwati Fattah
Akiratech Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : CV. Akira Java Bulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63935/akiratech.v2i1.99

Abstract

Digital forensik merupakan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi komputer dalam mendukung proses hukum, dengan tujuan utama mengungkap dan membuktikan tindak kejahatan berbasis teknologi. Salah satu aspek penting dalam digital forensik adalah pemulihan data yang telah dihapus, yang memungkinkan pengembalian berkas sebagai barang bukti dalam investigasi kejahatan digital. Smartphone menjadi salah satu perangkat yang sering dimanfaatkan dalam tindak kejahatan, termasuk kasus pemalsuan nilai akademik melalui transaksi digital. Penelitian ini menerapkan metode National Institute of Standards and Technology (NIST) dalam proses forensik digital yang terdiri dari tahapan Collection, Examination, Analysis, dan Reporting untuk melakukan recovery terhadap data gambar yang telah hilang atau terhapus pada smartphone android dan mendukung proses investigasi. Pengujian dilakukan menggunakan dua tools, yaitu Wondershare Dr.Fone dan EaseUS Mobisaver, untuk memulihkan bukti digital dari perangkat smartphone Oppo A95. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua tools tersebut berhasil menemukan 17 file gambar bukti transfer yang diduga merupakan bukti transaksi jual beli nilai. Wondershare Dr.Fone menggunakan pendekatan hybrid scan dan data carving, sementara EaseUS Mobisaver menerapkan metadata-based recovery serta partition-based recovery untuk mengembalikan data yang hilang. Studi ini membuktikan bahwa metode forensik digital berbasis NIST serta penggunaan tools yang tepat dapat membantu dalam pemulihan bukti digital yang telah dihapus. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan teknik investigasi digital, khususnya dalam mengungkap kejahatan akademik seperti manipulasi nilai.
Perancangan Aplikasi Penjadwalan Dakwah Mubaligh menggunakan Metode PIECES berbasis Android Ahmad Fauzan Sainlia; Poetri Lestari LB; Huzain Azis
LINIER: Literatur Informatika dan Komputer Vol 1, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/linier.v1i1.2487

Abstract

Dalam kegiatan dakwah, biasanya terdapat ustad atau mubaligh yang memiliki jadwal yang bervariasi. Namun penjadwalandakwah seringkali mengalami masalah karena jadwal mubaligh yang berbenturan, disebabkan oleh banyaknya jumlahmubaligh dan ketidakpastian mereka terhadap jadwal. Ini menyulitkan petugas masjid dalam mengatur jadwal, sehinggadiperlukan sistem yang dapat membantu mengelola jadwal dakwah agar tidak terjadi benturan. Pada penelitian inimenggunakan metode analisa PIECES. Metode PIECES digunakan untuk melakukan analisa terhadap kinerja informasi,ekonomi, keamanan, efisiensi dan pelayanan guna mengindentifikasi kelemahan sistem berjalan agar dapatdirekomendasikan perbaikan- perbaikan yang harus dibuat pada sistem yang baru. Dalam hal pengaturan jadwal dakwah,metode PIECES digunakan untuk mengatur sinkronisasi jadwal, durasi dakwah, memberikan notifikasi ketika mubalighsudah memasuki waktu dakwah dan mengatur jadwal dakwah para mubaligh dengan baik. Analisa kinerja dalam PIECESyaitu menyediakan sistem yang dapat mengatur jadwal mubaligh, dalam analisa informasi yaitu memberikan informasi kemubaligh ketika mendekati waktu dakwahnya, dalam analisa ekonomi memberikan informasi mengenai transparansihonorarium pada mubaligh, dalam analisa efisiensi memberikan durasi waktu bagi para mubaligh dan dalam analisapelayanan memberikan notifikasi ketika mubaligh sudah memasuki waktu dakwah. aplikasi penjadwalan dakwah mubalighmenggunakan metode PIECES dirancang untuk dapat membantu petugas masjid dalam menyusun jadwal para mubalighserta memberikan informasi terkait durasi dakwah bagi tiap mubaligh sehingga para mubaligh tidak lupa dengan jadwaldakwah mereka serta dapat mengatur tranparansi pendapatan tiap mubaligh. Aplikasi mobile berbasis android ini dilengkapinotifikasi aktif yang memudahkan pengguna mengatur durasi dakwah, sehingga menghindari benturan jadwal
Edukasi Alat Pelindung Diri (APD) Pada Pengrajin Perak di kelurahan Borong Kota Makassar Suharni Suharni; Poetri Lestari Lokapitasari; Hukma Ratu Purnama; Alfina Baharuddin; Yuliati Yuliati; Fatma Jama; Yuliana Yuliana
Window of Community Dedication Journal Vol. 7 No. 1 (Juni 2026)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wocd.vi.3286

Abstract

Personal protective equipment (PPE) is equipment used to protect workers from accidents or illnesses caused by contact with potential hazards in the work environment, whether physical, chemical, or biological. Exposure routes include the respiratory system, skin, mouth, and eyes. Silver artisans are among the UMKM groups at risk of occupational diseases. Therefore, the use of PPE is crucial. This community service activity was conducted at the home of the head of the silver artisans’ association in Borong Village, Makassar City. The participants consisted of 15 artisans. The results of this activity showed an increase in knowledge between the pre- and post-tests, with an average score of 89%; an improvement in attitude between the pre- and post-tests, with an average score of 87%; and an improvement in the partners’ behavior between the pre- and post-tests, with an average score of 90%. It is hoped that similar educational activities should be conducted periodically to reinforce behavioral changes and raise artisans’ awareness regarding the use of PPE, consistently applying OSH principles in all work activities, particularly the use of personal protective equipment (PPE) and ergonomic work postures. Actively participate in training and follow-up mentoring activities to further enhance knowledge and skills in maintaining occupational health.