Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis strategi komunikasi penyuluh agama serta dampaknya terhadap pembinaan karakter anak binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Ambon. Latar belakang penelitian ini didasari oleh meningkatnya jumlah anak yang berhadapan dengan hukum. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada 39 responden yang merupakan seluruh populasi anak binaan (total sampling). Analisis data dilakukan menggunakan uji validitas, reliabilitas, uji normalitas, regresi linear sederhana, uji t, uji F, dan koefisien determinasi dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh item pernyataan dinyatakan valid dan reliabel. Selain itu, hasil analisis regresi linear sederhana menunjukkan bahwa strategi komunikasi penyuluh agama memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap karakter anak binaan. Hal ini dibuktikan melalui uji t dan uji F yang menunjukkan nilai signifikansi < 0,05, sehingga hipotesis alternatif (Ha) diterima. Dengan demikian, semakin baik strategi komunikasi yang digunakan oleh penyuluh agama, maka semakin baik pula pembentukan karakter anak binaan, yang meliputi kesadaran moral, tanggung jawab pribadi, dan kesiapan untuk kembali ke masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi komunikasi yang bersifat persuasif, empatik, dan dialogis sangat efektif dalam proses pembinaan karakter anak binaan. Oleh karena itu, penyuluh agama diharapkan dapat terus mengembangkan strategi komunikasi yang adaptif dan sesuai dengan kondisi psikologis anak binaan guna mendukung proses rehabilitasi yang lebih optimal.