Esa Risqianti
Program Studi Hiperkes Dan Keselamatan Kerja, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STUDI ANALITIK ASUPAN ZAT GIZI MAKRO DENGAN STATUS GIZI IBU HAMIL Selprianti Dalima; Esa Risqianti; Andi Alim; Munadhir Munadhir
Jurnal Endurance Vol. 8 No. 1 (2023): Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jen.v8i1.2026

Abstract

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi status gizi ibu hamil salah satunya adalah asupan makanan yang kurang, asupan makanan yang kurang dapat mengakibatkan Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil sehingga berpotensi melahirkan anak yang bersatus gizi kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan zat gizi makro dengan status gizi ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Pertiwi, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan. Metode penelitian yang gunakan dalam penelitian ini adalah observasional cross sectional study dimana variabel independen dan variabel dependen yang diambil secara bersamaan. Sampel adalah sebagian dari populasi yang diambil sebagai sumber data dan dapat mewakili seluruh populasi. Penentuan jumlah sampel dengan menggunakan rumus slovin sehingga didapatkan jumlah sampel sebanyak 108 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah rancangan acak dengan sederhana (Simple Random Sampling). Hasil penelitian ini yang berdasarkan pada uji Chi-Square ditemukan ada hubungan antara asupan makanan zat gizi makro dengan status gizi ibu hamil di Puskesmas Pertiwi Makassar, bahwa nilai p-value ditemukan bahwa asupan lemak (p=0,00), asupan karbohidrat (p=0,00), dan asupan protein (p=0,00). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada faktor yang berhubungan secara signifikan antara asupan makanan zat gizi makro dengan status gizi ibu hamil di Puskesmas Pertiwi Makassar.
Penilaian Budaya Keselamatan dengan Metode Safety Culture Assessment (SCA) di Perusahaan Pertambangan Nikel M. Anas; Rizky Maharja; Esa Risqianti Yana
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15215

Abstract

Safety Culture Assessment (SCA) is a method of assessing safety culture to provide a valid assessment in a company that has potential hazards. Safety culture assessment is useful for increasing awareness of safety culture in the workplace. This study aimed to assess the safety culture in a nickel mining company. This study was a descriptive study, involving 233 workers, selected using stratified random sampling techniques. The variables studied was safety culture in the workplace, which was measured using a safety culture assessment sheet, namely the SCA sheet which includes aspects: leadership, system, people, behavior and communication. Data were analyzed descriptively. The results of the majority assessment for each aspect were as follows: leadership was good (71.7%), system was good (84.5%), people was sufficient (47.6%), behavior was lacking (45.5%), communication was important (69.1%). This study concluded that the safety culture in this company is not optimal. It is expected that all parties in this company will also support the implementation of a safety culture.Keywords: safety culture; leadership; occupational safety and health; workers; behavior ABSTRAK Safety Culture Assessment (SCA) adalah metode penilaian budaya keselamatan untuk memberikan penilaian yang valid dalam suatu perusahaan yang memiliki potensi bahaya. Penilaian budaya keselamatan bermanfaat untuk meningkatkan kesadaran terkait budaya keselamatan di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menilai budaya keselamatan yang ada di perusahaan pertambangan nikel. Penelitian ini merupakan studi deskriptif, yang melibatkan 233 tenaga kerja, yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Variabel yang diteliti adalah budaya keselamatan di tempat kerja, yang diukur menggunakan lembar penilaian budaya keselamatan, yaitu lembar SCA yang meliputi aspek: leadership, system, people, behavior dan communication. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penilaian mayoritas untuk masing-masing aspek adalah sebagai berikut: leadership adalah baik (71,7%), system adalah baik (84,5%), people adalah cukup (47,6%), behavior adalah kurang (45,5%), communication adalah penting (69,1%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa budaya keselamatan di perusahaan ini belum optimal. Diharapkan kepada seluruh pihak yang ada di perusahaan ini untuk turut adalah mendukung dalam penerapan budaya keselamatan.Kata kunci: budaya keselamatan; kepemimpinan; keselamatan dan kesehatan kerja; tenaga kerja; perilaku