Muhammad Ali Imran
Universitas Muhammadiyah Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Metode Resitasi dalam Peningkatan Keterampilan Menulis Siswa Kelas X SMK Negeri 4 Jeneponto Arifuddin Arifuddin; Muhammad Nurahmad; Muhammad Ali Imran
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.862

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peningkatan keterampilan menulis siswa kelas X SMK Negeri 4 Jeneponto. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode penelitian tindakan kelas (classroom action research). Pada penelitian ini menghasilkan luaran wajib, berupa peningkatan keterampilan menulis siswa dengan metode resitasi. Dalam pelaksanaan awal dalam pembelajaran keterampilan menulis dengan menggunakan metode resitasi, siswa masih kesulitan menggunakan metode resitasi dalam pembelajaran menulis karangan karena belum terbiasa. Siswa masih kesulitan dalam metode resitasi yang dibentuk dalam beberapa kelompok belajar siswa karena selama ini proses belajar mengajar jarang digunakan belajar kelompok. Siswa sangat bersemangat mengikuti kegiatan belajar dengan menggunakan metode resitasi. Namun pada siklus II dan siklus III penelitian tersebut telah berhasil ditingkatkan, hal ini bisa dilihat pada peningkatan hasil pembelajaran yang di tunjukkan oleh guru dan siswa dengan pencapaian ketuntasan.
Kalimat Interogatif Bagi Penyandang Tunarungu Analisis Kompetensi Sintaksis Muhammad Ali Imran
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.2047

Abstract

Makalah ini mengkaji kompetensi sintaksis penyandang tunarungu (PTR) dalam membentuk kalimat interogatif bahasa Indonesia melalui komunikasi tulis di media sosial Facebook. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk-bentuk kalimat interogatif yang dihasilkan oleh PTR dan menganalisis seberapa jauh kapasitas sintaksis mereka berkembang dalam konteks keterbatasan input auditori. Data berupa tuturan interogatif dikumpulkan dari berbagai grup komunitas PTR di Facebook, kemudian dianalisis dengan pendekatan tata bahasa struktural dan teori Tata Bahasa Universal serta Language Acquisition Device (LAD) dari Chomsky (1957, 1965). Hasil penelitian menunjukkan bahwa PTR memiliki kompetensi sintaksis yang aktif dan produktif. Mereka mampu membentuk kalimat interogatif dengan memanfaatkan semua kategori kata tanya utama (apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, bagaimana, dan berapa), serta menempatkannya di awal, tengah, maupun akhir kalimat. Meskipun demikian, ditemukan penyimpangan sistematis seperti kesalahurutan struktur (misordering), penghilangan elemen fungsional (misalnya preposisi di), serta tidak digunakannya partikel tanya -kah. Penyimpangan ini tidak menunjukkan kekurangan dalam penguasaan kaidah, tetapi mencerminkan keterbatasan model bahasa dan keterlambatan pemerolehan bahasa (delay language), sebagaimana dijelaskan oleh Crain dan Lillo-Martin (1999). Secara teoretis, temuan ini tidak hanya memverifikasi eksistensi LAD, tetapi juga memperluasnya melalui bukti bahwa pemerolehan sintaksis dapat berlangsung secara efektif melalui stimulus visual. PTR membangun struktur bahasa tidak melalui bunyi, melainkan melalui interaksi visual berbasis tulisan, sehingga mendukung pendekatan visual-driven syntax acquisition dalam studi linguistik non-auditori. Selain itu, hasil ini juga memperkaya studi sintaksis bahasa Indonesia, khususnya dalam konteks komunikasi digital dan populasi berkebutuhan khusus, dengan menunjukkan kecenderungan simplifikasi struktur yang tetap mempertahankan fungsi komunikatif. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dan praktis yang signifikan bagi linguistik kognitif, pendidikan inklusif, serta pengembangan teknologi literasi untuk komunitas tunarungu di era digital.