Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Inovasi Leksikal Apokope Sinkope Bahasa Tae dan Bahasa Wotu Suparman Suparman; Muhammad Nurahmad
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan secara kualitatif apoke dan sinkope pada Bahasa Tae dan Bahasa Wotu. Analisis dilakukan pada 200 kosa kata Swades yang dilakukan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Bahasa Tae dan Bahasa Wotu terdapat 7 (tujuh) buah kata yang termasuk dalam kategori apoke sdangkan pada sinkope pada Bahasa Tea dan Bahasa Wotu terdapat 4 (empat) buah kata masuk dalam kategori sinkope.
Transkripsi Fonetik Cerita Rakyat Luwu Suparman Suparman; Muhammad Nurahmad; Marlia Muklim
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v3i3.526

Abstract

Penelitian yang berjudul “Transkripsi Fonetik Cerita Rakyat Luwu” ini memaparkan sembilan tanda diakritik yang digunakan yang mewakili setiap proses koartikulasi yaitu labialisasi, nasalisasi, palatalisasi, glotalisasi, pengguguran /r/, geminasi, perendahan vokal tinggi, penyisipan hentian glotis, dan penyisipan /w/ dan /y/.
Pengaruh Penerapan Metode The Power Of Two Pada Pembelajaran Menulis Teks Biografi Siswa Kelas X SMAN 19 Gowa Heri Sutrismin; Rosmini Madeamin; Muhammad Nurahmad
Pendekar : Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 1 No 4 (2023): Agustus : Jurnal Pendidikan Berkarakter
Publisher : LPPM Politeknik Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/pendekar.v1i4.257

Abstract

The main problem in this study is whether The Power Of Two Method affects the ability to write biographical texts for Class X students of SMAN 19 Gowa. This study aims to determine the effect of The Power Of Two method on the Ability to Write Biographical Texts of Class X Students of SMAN 19 Gowa. This type of research is experimental research with the pre-experimental method, the research design is the one group pretest posttest, which is a type of research that only involves 1 class as an experimental class which is carried out without a comparison group. The sample in this study was class X students totaling 36 students. Based on the results of research and data analysis regarding this statistical comparison, comparisons with categories of learning outcomes and comparisons of completeness levels prove an increase in student learning outcomes in class X SMAN 19 Gowa can be seen from student learning outcomes through descriptive statistical analysis before using the The Power Of Two learning model. the average student score is still below the KKM, which is 63.2 and after using the learning model The Power of Two, the average student score increases above the KKM 84.5. It is known that the Posttest value is 84.5 more than the Prest value which is 63.2. Furthermore, based on the results of inferential statistical analysis using the t-test formula, it is known that the tcount obtained is 3.367 with a frequency of df = 28-1 = 27, at a significant level of 0.05 or 5%, the ttable is 1.701. So tcount> ttable or HO has been tested and H1 is accepted. Based on these results it can be concluded that there is a significant increase in student learning outcomes. This means that the use of The Power Of Two learning method has an effect on the ability to write biographical texts in class X students of SMAN 19 Gowa. Keywords: influences, The Power Of Two, Biographical Texts
Penerapan Metode Resitasi dalam Peningkatan Keterampilan Menulis Siswa Kelas X SMK Negeri 4 Jeneponto Arifuddin Arifuddin; Muhammad Nurahmad; Muhammad Ali Imran
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.862

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peningkatan keterampilan menulis siswa kelas X SMK Negeri 4 Jeneponto. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode penelitian tindakan kelas (classroom action research). Pada penelitian ini menghasilkan luaran wajib, berupa peningkatan keterampilan menulis siswa dengan metode resitasi. Dalam pelaksanaan awal dalam pembelajaran keterampilan menulis dengan menggunakan metode resitasi, siswa masih kesulitan menggunakan metode resitasi dalam pembelajaran menulis karangan karena belum terbiasa. Siswa masih kesulitan dalam metode resitasi yang dibentuk dalam beberapa kelompok belajar siswa karena selama ini proses belajar mengajar jarang digunakan belajar kelompok. Siswa sangat bersemangat mengikuti kegiatan belajar dengan menggunakan metode resitasi. Namun pada siklus II dan siklus III penelitian tersebut telah berhasil ditingkatkan, hal ini bisa dilihat pada peningkatan hasil pembelajaran yang di tunjukkan oleh guru dan siswa dengan pencapaian ketuntasan.
Pemerolehan “Barata” (Bahasa Ujaran Satu Dua Kata) Anak Usia 2 Tahun Muhammad Nurahmad; Arifuddin Arifuddin; Muh. Ali Imran; Desy Ayu Andhira
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1692

Abstract

Penelitian yang digunakan adalah penelitian menggunakan metode simak yang dijabarkan dalam wujud teknik berupa teknik dasar yaitu teknik sadap, yakni mengamati ujaran anak usia 2 tahun yang sudah ditetapkan menjadi responden. Untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam penelitian, digunakan beberapa teknik yaitu teknik dekumentasi, klasifikasi, dan introspeksi. Sedangkan teknik analisis datanya dalam penelitian ini adalah model analisis mengalir atau flow model of analisis. Berdasarkan data dan pembahasan yang dilakukakn dalam penelitian ini, anak yang berumur dua tahun empat bulan ujaran yang dihasilkan berupa ujaran satu kata dan ujaran dua kata yang terdiri atas empat fungsi ujaran yakni pernyataan, pertanyaan, memberi informasi, dan permintaan. Anak umur sekian mula-mula hanya memakai ujaran satu kata, kemudian ujarannya meningkat menjadi ujaran dua kata, Ujaran yang dihasilkan anak umur dua tahun empat bulan dari minggu pertama hingga minggu kedua terus mengalami grafik peningkatan yang mulanya ujarannya didominasi ujaran satu kata pada akhirnya didominasi oleh ujaran dua kata. Kata bagi anak sebenarnya adalah kalimat penuh, tetapi karena belum dapat mengatakan lebih dari satu kata, maka anak hanya mengambil satu kata.
Digital Transformation and Multilingual Language Education in Makassar's Higher Education: A Mixed-Methods Study of Students and Faculty Muhammad Nurahmad; Zulkhaeriyah Zulkhaeriyah; Nuraziza Aliah; Nurasia Natsir
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 4 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i4.8301

Abstract

In Indonesia’s multilingual higher education landscape, especially in Eastern regions like Makassar, institutions face growing challenges in developing students' academic literacy in both Indonesian and English amid rapid digital transformation. This study investigates how digital tools, pedagogical practices, and cultural factors intersect in shaping language learning outcomes. Using a sequential explanatory mixed-methods design, the study surveyed 200 students and 50 faculty members across five universities in Makassar, followed by interviews, focus groups, and classroom observations conducted between August 2023 and March 2024. Quantitative data included self-assessed language proficiency, digital literacy, and learning motivation. Qualitative data provided contextual insights into classroom practices and institutional dynamics. Quantitative analysis revealed major gaps in productive English skills—73% of students reported difficulties in speaking—and substantial challenges in Indonesian academic writing. Faculty quality (β = 0.79, p .001) and student motivation (β = 0.72, p .01) were the strongest predictors of success. Qualitative findings emphasized the role of translanguaging, culturally responsive teaching, and the digital divide in shaping learning experiences. A hybrid learning model (40% online, 60% face-to-face) integrating translanguaging strategies and local cultural practices emerged as a promising approach. The study recommends faculty development in digital pedagogy and inclusive curriculum design. Strengthening multilingual education in resource-constrained contexts requires context-specific innovations that bridge global competencies with local identities through culturally grounded digital transformation.
Pariwisata Budaya Tebing Mandu di Kabupaten Enrekang: Pelestarian Warisan Budaya Suparman Suparman; Gita Srihidayati; Darmawati Darmawati; Besse Herdiana; Muhammad Nurahmad
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.592

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk mendigitalisasi pariwisata budaya Tebing Mandu di Kabupaten Enrekang sebagai upaya pelestarian warisan budaya sekaligus pemberdayaan masyarakat lokal. Metode yang digunakan menggabungkan pendekatan partisipatif dan teknologi digital melalui tiga tahap: (1) dokumentasi etnografis nilai budaya lokal, (2) pengembangan platform digital serta (3) pelatihan literasi digital kepada 20 pemuda setempat sebagai Duta Digital Budaya. Hasil kegiatan menunjukkan keberhasilan dalam mendokumentasikan 17 narasi budaya, membangun platform digital yang mencapai jangkauan pengguna dalam tiga bulan, serta meningkatkan kapasitas digital dan kesadaran budaya peserta pelatihan. Lebih dari itu, digitalisasi terbukti mampu menghidupkan kembali makna Tebing Mandu sebagai lanskap budaya sakral yang menyatukan dimensi geologis, ekologis, dan spiritual. Kegiatan ini membuktikan bahwa teknologi digital, jika diintegrasikan secara inklusif dan berbasis kearifan lokal, dapat menjadi medium efektif untuk pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Inovasi Pengolahan Sagu Suparman Suparman; Gita Srihidayati; Besse Herdiana; Darmawati Darmawati; Muhammad Nurahmad; Supriadi Supriadi
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i2.832

Abstract

Sagu merupakan pangan lokal strategis yang berpotensi mendukung diversifikasi pangan dan penguatan ekonomi masyarakat di Sulawesi Selatan. Namun, pemanfaatannya masih didominasi produk tradisional dan penjualan bahan mentah sehingga nilai tambah yang diterima masyarakat relatif terbatas. Artikel ini memaparkan rancangan Program Kreativitas Mahasiswa yang mengintegrasikan inovasi produk, pelatihan partisipatif, pengemasan, branding, pemasaran digital, dan pembentukan kelompok usaha melalui pengolahan pati sagu menjadi Sago Flakes. Program dirancang selama empat bulan dengan sasaran 10–15 orang yang terdiri atas ibu rumah tangga dan kelompok usaha kecil di wilayah sentra sagu. Tahapan kegiatan mencakup survei dan koordinasi, sosialisasi, pelatihan pengolahan sagu, praktik pembuatan Sago Flakes, pengembangan minuman berbasis sagu, pengemasan, pemasaran, dan evaluasi. Hasil perancangan menunjukkan bahwa Sago Flakes dapat ditempatkan sebagai produk pangan instan siap seduh yang dikembangkan dalam bentuk serpihan kering dan minuman dengan tiga varian rasa, yaitu gula aren, cokelat, dan vanila atau pandan. Keberhasilan program ditargetkan melalui terciptanya produk siap pasar, kemampuan produksi mandiri oleh sekurang-kurangnya 80% peserta, tersusunnya identitas merek, serta terbentuknya satu kelompok usaha berbasis sagu. Rancangan ini menegaskan bahwa inovasi pangan lokal perlu dipadukan dengan penguatan kapasitas produksi dan pemasaran agar menghasilkan dampak ekonomi yang berkelanjutan. Efektivitas program tetap memerlukan verifikasi melalui data pelaksanaan, uji mutu produk, dan pemantauan usaha pascaprogram.