Latar Belakang: lnteraksi sosial merupakan salah satu tugas perkembangan penting pada masa remaja, namun pada kenyataannya tidak semua remaja mampu membangun interaksi sosial secara optimal, seperti kurang percaya diri, pasif, dan mudah tersinggung, yang diduga berkaitan dengan rendahnya kesadaran diri.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kesadaran diri, mendeskripsikan tingkat interaksi sosial, serta menganalisis hubungan antara kesadaran diri dengan interaksi sosial pada siswa kelas SMP VIII Negeri 2 Kadipaten. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel berjumlah 108 siswa kelas VIII yang ditentukan melalui teknik samp.ling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan skala kesadaran diri dan skala interaksi sosial berbentuk skala likert, kemuclian dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dan regresi linear sederhana. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa berada pada kategori kesadaran diri rendah (72,2%) dan interaksi sosial rendah (70,4%). Hasil uji korelasi memmjukkan terdapat hubw1gan positif yang signifikan antara kesadaran diri dengan interaksi sosial (r = 0,657; p < 0,001), dengan kesadaran diri berkontribusi sebesar 43,1% terhadap interaksi sosial. Simpulan: Semakin tinggi kesadaran diri siswa, semakin tinggi pula interaksi sosialnya. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan kesadaran diri melalui layanan bimbingan dan konseling di sekolah guna meningkatkan kualitas interaksi sosial remaja. Abstract Background: Social interaction is one of the important developmental tasks of adolescence, yet not all adolescents are able to build optimal social interaction; some show low confidence, passivity, and are easily offended, which is presumed to be related to low self-awareness. Objective: This study aims to describe the level of self-awareness, describe the level of social interaction, and analyze the relationship between self-awareness and social interaction among eighth-grade students of SMP Negeri 2 Kadipaten. Method: This study used a quantitative approach with a correlational method. The sample consisted of 108 eighth-grade students determined through a total sampling technique. Data were collected using a self-awareness scale and a social interaction scale in Likert format, then analyzed using Pearson Product Moment correlation and simple linear regression. Results: The results show that the majority of students were in the low self-awareness category (72.2%) and the low social interaction category (70.4%). The correlation test showed a significant positive relationship between self-awareness and social interaction (г = 0.657; p < 0.001), with self-awareness contributing 43.1% to social interaction. Conclusion: The higher the students' self-awareness, the higher their social interaction. These findings emphasize the importance of strengthening self-awareness through school guidance and counseling services to improve the quality of adolescents' social interaction.