Fatiha Nuria Ammarin
Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Rasionalisme Rene Descrates sebagai Pemicu Awal Kesuksesan dalam Berlogika Perspektif Pendidikan Abad 21 Fatiha Nuria Ammarin; Hidayatul Maulidiyah; Kuswatun Khasanah; Moh. Faizin
Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 3 (2024): Juli : Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/miftahulilmi.v1i3.2

Abstract

René Descartes' rationalism has an important role in forming the foundations of modern logic, which is the basis for success in critical and analytical thinking in the 21st century. Descartes, through the method of systematic doubt and cogito ergo sum, emphasized the importance of rational thinking and logical reasoning as the main tools in acquiring knowledge. In the context of 21st century education, Descartes' principles are applied in a curriculum that encourages students to think critically, evaluate arguments logically, and solve complex problems through an analytical approach. By adopting Descartes' approach, modern education focuses not only on the transfer of knowledge, but also on the development of deep and structured thinking skills, which are essential to face global challenges and continuously developing technology. Descartes' rationalism, therefore, provides a strong foundation for the success of logic and critical thinking in the contemporary era.
Edukasi Preventif Anak Tidak Sekolah Melalui Program "Aku, Mimpiku, dan Perjalananku" di MI Al-Hidayah Jati Gunting Frida Dwi Rahayu; Mochammad Reno Alvianto; Wilda Rusydiana Izza; Fatiha Nuria Ammarin; Raisya Antony Pasha; Dian Yuliati
Abdi Nusantara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2026): ABDI NUSANTARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : PT Media Edukasi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64198/abdinusantara.v2i3.131

Abstract

Anak Tidak Sekolah (ATS) merupakan permasalahan krusial dalam lanskap pendidikan dasar di Indonesia yang dipicu oleh keterbatasan ekonomi dan rendahnya orientasi masa depan anak. Di Desa Jatigunting, risiko putus sekolah mencapai puncaknya pada fase transisi menuju SMP dengan tingkat kerentanan mencapai 41%. Oleh karena itu, pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas edukasi preventif melalui program "Aku, Mimpiku, dan Perjalananku" bagi 44 siswa kelas V dan VI di MI Al-Hidayah. Metode pelaksanaan menggunakan experiential learning yang mencakup ice breaking, pemutaran film inspiratif, dan pembuatan media "Pohon Cita-cita". Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan refleksi pra-pasca kegiatan, untuk kemudian dianalisis dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan positif pada orientasi masa depan siswa. Secara terukur, sebanyak 38 dari 44 siswa berani dan mampu memvisualisasikan cita-citanya secara spesifik. Selain itu, terdapat pergeseran kategori cita-cita dari yang awalnya abstrak dan belum terarah menjadi lebih beragam dan konkret pasca-intervensi. Program ini direkomendasikan sebagai salah satu alternatif model preventif berbasis komunitas untuk membantu meminimalkan risiko anak putus sekolah sejak pendidikan dasar.