Emilda Emilda
Universitas Indo Global Mandiri, Palembang, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Consumer Trust, Product Innovation dan Perceived Value Terhadap Minat Beli Skincare Skintific (Studi Kasus Mahasiswa Fakultas Ekonomi Angkatan 2024 Universitas Indo Global Mandiri Palembang) Muhammad Daffa Haykal; Budi Setiawan; Emilda Emilda
Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi Vol. 7 No. 5 (2026): Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi (Mei - Juni 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jemsi.v7i5.8087

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dampak consumer trust, product innovation, dan perceived value terhadap proses pengambilan keputusan untuk produk perawatan kulit Skintific. Populasi target untuk analisis ini adalah mahasiswa angkatan 2024 dari Fakultas Ekonomi Universitas Indo Global Mandiri. Populasi penelitian terdiri dari mahasiswa anggota fakultas, dan metodologinya kuantitatif. Sebanyak 140 partisipan dipilih secara acak menggunakan metode pengambilan sampel probabilitas untuk penelitian ini. Data penelitian ini berasal dari kombinasi data observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Program SPSS versi 25 digunakan untuk pendekatan analisis linear berganda. Pemeriksaan reliabilitas dan validitas serta pemeriksaan asumsi klasik seperti multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan normalitas merupakan bagian dari pengujian data. Penelitian ini menemukan bahwa di antara faktor-faktor yang memengaruhi niat konsumen untuk membeli produk perawatan kulit Skintific, Consumer trust dan Perceived value adalah yang paling berpengaruh. Sementara itu, niat konsumen untuk membeli produk perawatan kulit Skintific tidak dipengaruhi oleh Product innovation. Ketiga faktor ini memengaruhi niat pembelian Skintific secara positif dan signifikan secara bersamaan. Penelitian ini mengupas tuntas topik perawatan kulit dan bagaimana pendekatan manajemen Consumer trust dan Perceived value dapat meningkatkan niat pembelian. Secara khusus, penelitian ini berfokus pada mahasiswa angkatan 2024 di Universitas Indo Global Mandiri.
Pengaruh Kepemimpinan Laisses-Faire, Organizational Culture dan Work Stress Terhadap Turnover Intention Karyawan Pada CV BWS Trans Lintang Kota Palembang Muh Febrianto Ello Saputra; Emilda Emilda; Yeni Yeni
Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi Vol. 6 No. 4 (2025): Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi (Maret - April 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jemsi.v6i4.4557

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan laissez-faire, budaya organisasi, dan stres kerja terhadap turnover intention karyawan pada CV BWS Trans Lintang di Kota Palembang. Turnover intention yang tinggi menjadi permasalahan utama bagi perusahaan, karena dapat berdampak negatif terhadap stabilitas operasional dan meningkatkan biaya rekrutmen serta pelatihan karyawan baru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, di mana data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada seluruh karyawan CV BWS Trans Lintang. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 26. Variabel independen dalam penelitian ini adalah kepemimpinan laissez-faire, budaya organisasi, dan stres kerja, sedangkan variabel dependennya adalah turnover intention. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan laissez-faire berpengaruh signifikan terhadap turnover intention, di mana gaya kepemimpinan yang pasif dan minim arahan meningkatkan niat karyawan untuk meninggalkan perusahaan. Budaya organisasi juga berpengaruh signifikan, di mana lingkungan kerja yang tidak mendukung menurunkan loyalitas karyawan. Sementara itu, stres kerja memiliki dampak positif dan signifikan terhadap turnover intention, artinya semakin tinggi tingkat stres kerja, semakin besar kemungkinan karyawan untuk keluar dari perusahaan. Secara simultan, ketiga variabel ini berpengaruh terhadap turnover intention, yang mengindikasikan bahwa kombinasi kepemimpinan, budaya organisasi, dan tingkat stres kerja berperan dalam menentukan loyalitas karyawan. Temuan penelitian ini memberikan implikasi bagi manajemen CV BWS Trans Lintang untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan, memperbaiki budaya organisasi, serta mengelola stres kerja guna mengurangi tingkat turnover intention.
Analisis Financial Technology Payment dan Pengetahuan Keuangan (Financial Knowledge) Terhadap Perilaku Keuangan Generasi Z Di Kota Palembang Jihan Epriyani; Shafiera Lazuarni; Emilda Emilda
Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi Vol. 6 No. 4 (2025): Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi (Maret - April 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jemsi.v6i4.4729

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Financial Technology (Fintech) Payment dan Pengetahuan Keuangan terhadap Perilaku Keuangan Generasi Z di Palembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penyebaran kuesioner melalui Google Form, melibatkan 385 responden. Analisis data dilakukan menggunakan uji kualitas data, uji asumsi klasik, dan regresi linear berganda dengan SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fintech payment berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku keuangan melalui kemudahan akses, kecepatan transaksi, dan fitur pengelolaan keuangan. Pengetahuan keuangan juga berpengaruh positif, di mana individu dengan pemahaman keuangan yang baik lebih mampu menyusun anggaran, merencanakan, dan mengambil keputusan keuangan dengan lebih baik. Secara simultan, kedua variabel ini berkontribusi terhadap pengelolaan keuangan yang lebih baik, menekankan pentingnya optimalisasi fintech dan penguatan literasi keuangan. Penelitian ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 1 (Pengentasan Kemiskinan) dan SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Fintech dapat memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat kurang terlayani, memperkuat literasi keuangan, serta meningkatkan pemahaman terhadap pengelolaan keuangan. Dengan demikian, fintech menjadi alat efektif untuk mengurangi kemiskinan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.