Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan keterlambatan pengiriman bagasi tercatat, menjelaskan tanggung jawab pengangkut terhadap keterlambatan pengiriman bagasi tercatat, serta mengetahui solusi yang dilakukan oleh pengangkut dalam mengatasi keterlambatan pengiriman bagasi tercatat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 100 responden. Analisis data dilakukan menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan tingkat layanan bagasi, penanganan bagasi, teknologi sistem penanganan bagasi, waktu tunggu bagasi pertama dan terakhir, serta keterlambatan bagasi pertama dan terakhir berpengaruh positif dan signifikan terhadap On-Time Performance (OTP) layanan bagasi. Penanganan bagasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap waktu tunggu bagasi pertama dan terakhir serta keterlambatan bagasi pertama dan terakhir. Selain itu, waktu tunggu bagasi pertama dan terakhir serta keterlambatan bagasi pertama dan terakhir mampu memediasi pengaruh penanganan bagasi terhadap On-Time Performance (OTP) layanan bagasi secara positif dan signifikan. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pengelola bandar udara untuk mengembangkan sistem pemantauan yang lebih komprehensif, mengoptimalkan pemanfaatan teknologi modern, serta merancang strategi operasional yang berfokus pada pengurangan waktu tunggu dan pengelolaan keterlambatan bagasi.