Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDEKATAN SMART ARCHITECTURE PADA KAWASAN WISATA KASUS: EKOWISATA SUBAK UMA LAMBING Saraswati, Anak Agung Ayu Oka; Setiawan, I Nyoman; Candrakirana, Gracella Renia; Arismayanti, Putu Cantika; Aristina, Ni Putu Bintang Aisa; Putra, Gede Agus Pramuditya; Saputra, Kadek Dwitya Artady
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 8 No 4 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2024
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi dan peningkatan jumlah wisatawan telah memicu perubahan di sektor pariwisata di Bali, termasuk pengembangan ekowisata berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi dan implementasi arsitektur cerdas dalam merancang ekowisata Subak Uma Lambing untuk meningkatkan pengalaman wisata dan mendukung kelestarian lingkungan. Metode penelitian yang digunakan meliputi survei lapangan, analisis data spasial, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi dalam desain arsitektur seperti panel surya dan penggunaan material alami dapat meningkatkan pengalaman wisatawan, efisiensi pengelolaan sumber daya, dan meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan pengunjung dan masyarakat lokal di Subak Uma Lambing.
Komparasi Ruang Domestik pada Rumah Tradisional di Desa Gubugklakah Malang dan Desa Sidatapa Buleleng Candrakirana, Gracella Renia; Siwalatri, Ni Ketut Ayu; Wibowo, Antonius Karel Mukti
Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 22, No 1 (2024): Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/arst.v22i1.83342

Abstract

The cultural diversity of Indonesia affects the spatial layout and functioning of spaces in residential areas because domestic spaces, which are a room   of basic residential activities, are formed from the activities of residents and local beliefs. This research aims to compare domestic spaces in the traditional houses of Gubugklakah Village, Malang, and Sidatapa Village, Buleleng, using comparative qualitative methods through observations, interviews, and documentation studies. The research results show differences where in Gubugklakah Village, the kitchen is positioned at the back of the building, emphasizing its function as a private working area for women. Meanwhile, in Sidatapa Village, the kitchen is placed in the middle of the building with attention to creating a different spatial hierarchy.