Saraswati, Anak Agung Ayu Oka
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Ekowisata dengan Pendekatan Arsitektur Hijau Kasus: Ekowisata Subak Uma Lambing Saraswati, Anak Agung Ayu Oka; Setiawan, I Nyoman; Mahashanti, Putu Ayu Dayita; Senjaya, I Made Pranasika; Dewi, I Dewa Ayu Mas Prema; Zhafran, Prabhadyota Fauzan; Gunawan, Daiva Prajnadipa
WIDYAKALA JOURNAL : JOURNAL OF PEMBANGUNAN JAYA UNIVERSITY Vol 11, No 2 (2024): Urban Lifestyle and Urban Development
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UPJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36262/widyakala.v11i2.1047

Abstract

Kearifan lokal pulau Bali memiliki daya tarik tinggi di sektor pariwisata. Seiring perkembangannya, terjadi pergeseran minat pengunjung yang semakin meningkat terhadap pengalaman “back to nature”. Salah satu bentuk pariwisata yang kini berkembang yakni desa wisata diiringi dengan konsep ekowisata. Subak Uma Lambing berpotensi dikembangkan sebagai ekowisata dengan penerapan arsitektur hijau untuk meminimalisir dampak negatif bagi lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif didukung dengan data grafis terkait Subak Uma Lambing Desa Sibang Kaja. Penelitian ini mengidentifikasi isu lingkungan, potensi budaya, dan alam di Subak Uma Lambing sebagai acuan desain. Hasil perancangan ini berfokus pada efisiensi energi dan air, penggunaan material ramah lingkungan, serta integrasi dengan alam dan budaya di Subak Uma Lambing sehingga tercipta kawasan ekowisata yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Rancangan Subak Uma Lambing mengutamakan sirkulasi ramah lingkungan dengan jogging track terbebas dari kendaraan bermotor pengunjung. Bangunan dibuat menggunakan material ramah lingkungan, beberapa desainnya juga mengaplikasikan sistem knock-down, sehingga dapat mendukung prinsip reuse dan renewable. Energi diperoleh dari panel surya dan lampu hemat energi, desain bangunan menerapkan open concept yang memaksimalkan cahaya alami dan sirkulasi udara. Konservasi air diterapkan melalui sistem penampungan air hujan dan lubang biopori. Desain ini menciptakan ekowisata berkelanjutan yang harmonis dengan alam dan budaya setempat.
IMPACT OF CHANGES IN THE FUNCTION OF THE CATUSPATHA ELEMENTS ON SOCIO-ECONOMIC CONDITIONS OF UBUD TRADITIONAL VILLAGE, KELURAHAN OF UBUD Dewi, Putu Sri Agastina; Saraswati, Anak Agung Ayu Oka; Agusintadewi, Ni Ketut
ASTONJADRO Vol. 11 No. 2 (2022): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v11i2.6205

Abstract

In its literal sense, catuspatha contains sacred value, function, and its own meaning. In the context of Balinese culture catuspatha as the centre of a kingdom contains four constructuve elements that are adjusted to the desa kala, patra, in the respective regions. Meanwhile in the context of Hinduism with the changes within the system it is not possible tha in this era catuspatha will undergo functional change. The purpose of this research is to know the impact of socio-economic changes in the functions of the catuspatha elements of Ubud traditional village. To achieve this goal it is done with observations and interviews related to the catuspatha element forming. Also cross-check based on the literature and results of previous research. The study used qualitative-rationalistic methods with interactive data models miles and Huberman to discuss spatial changes in the past and present. The results derived from this research are the elements of catuspatha has undergone a change both in function and physically in the last few years because it adjusts the region and needs of the community and so that the land function is the result of positive and negative impacts in terms of socio-economic.