Tingginya penggunaan plastik sekali pakai di Indonesia berdampak pada pencemaran lingkungan dan ancaman kesehatan keluarga akibat paparan mikroplastik. Namun, pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang alternatif ramah lingkungan yang praktis dan berbasis budaya masih rendah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang furoshiki sebagai alternatif pengganti plastik sekaligus mendukung kesejahteraan keluarga melalui aktivitas kreatif. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif berbasis komunitas yang terdiri atas empat tahap: sosialisasi, pelatihan teknik membungkus dengan furoshiki, pendampingan penerapan mandiri, dan evaluasi dampak. Kegiatan dilaksanakan di Duren Sawit dan di Cipinang Cempedak, Kota Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta, dengan melibatkan 30 orang ibu-ibu PKK sebagai peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta tentang dampak sampah plastik terhadap kesehatan dan lingkungan (100% peserta mengalami peningkatan skor pre-test ke post-test). Seluruh peserta (100%) berhasil menguasai minimal tiga teknik membungkus furoshiki, dan 90% peserta berkomitmen menggunakan furoshiki sebagai pengganti kantong plastik dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, 85% peserta melaporkan bahwa aktivitas kreatif ini memberikan manfaat psikologis berupa pengurangan stres dan peningkatan rasa percaya diri. Kegiatan ini membuktikan bahwa pemberdayaan perempuan melalui pelatihan keterampilan berbasis lingkungan efektif mendorong perubahan perilaku berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga. Dengan demikian, program ini memberikan kontribusi nyata terhadap pengurangan sampah plastik dan pencapaian SDGs 3 (Good Health and Well-Being) serta SDGs 12 (Responsible Consumption and Production).