Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Korelasi Penguasaan Bunpou III dan Kemampuan Dokkai I Pada Mahasiswa Semester III Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Negeri Jakarta Adinda Mia; Nia Setiawati; Poppy Rahayu
Kagami : Jurnal Pendidikan dan Bahasa Jepang Vol. 16 No. 2 (2025): Kagami: Jurnal Pendidikan dan Bahasa Jepang
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/kagami.162.03

Abstract

This study aims to examine the correlation between the mastery of Bunpou III and the ability of Dokkai I in the 3rd semester students of the Japanese Language Education Study Program, State University of Jakarta. This research is based on the results of a student questionnaire which states that the Dokkai test item on N3 is the most difficult part to do because of the complex sentence patterns. 20 students participating in the Dokkai I course were sampled, because Dokkai I was a beginner step in preparing students to enter reading material at the N3 level. This study uses the correlational method with the final exam test as the instrument that has been validity tested by an Expert Judgment, as well as a questionnaire to determine response of the most influenced components of Dokkai I ability. The data collection technique uses the UAS value documentation. The conclusion of this study is that the correlation value of the Bunpou III mastery with the Dokkai I ability is -0.091 and included in the category of a weak correlation level. This is because the characteristics of reading according to experts are not only based on the ability to master grammar. The results of student responses indicate that the the most influenced components of Dokkai I ability are kanji by 45% and vocabulary by 45%.
Edukasi Gaya Hidup Berkelanjutan Melalui Furoshiki: Pengurangan Sampah Plastik dan Peningkatan Kualitas Hidup Keluarga Amelya Septiana; Nia Setiawati; Poppy Rahayu
PRAXIS: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): PRAXIS: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (September)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47776/praxis.v5i1.11

Abstract

Tingginya penggunaan plastik sekali pakai di Indonesia berdampak pada pencemaran lingkungan dan ancaman kesehatan keluarga akibat paparan mikroplastik. Namun, pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang alternatif ramah lingkungan yang praktis dan berbasis budaya masih rendah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang furoshiki sebagai alternatif pengganti plastik sekaligus mendukung kesejahteraan keluarga melalui aktivitas kreatif. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif berbasis komunitas yang terdiri atas empat tahap: sosialisasi, pelatihan teknik membungkus dengan furoshiki, pendampingan penerapan mandiri, dan evaluasi dampak. Kegiatan dilaksanakan di Duren Sawit dan di Cipinang Cempedak, Kota Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta, dengan melibatkan 30 orang ibu-ibu PKK sebagai peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta tentang dampak sampah plastik terhadap kesehatan dan lingkungan (100% peserta mengalami peningkatan skor pre-test ke post-test). Seluruh peserta (100%) berhasil menguasai minimal tiga teknik membungkus furoshiki, dan 90% peserta berkomitmen menggunakan furoshiki sebagai pengganti kantong plastik dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, 85% peserta melaporkan bahwa aktivitas kreatif ini memberikan manfaat psikologis berupa pengurangan stres dan peningkatan rasa percaya diri. Kegiatan ini membuktikan bahwa pemberdayaan perempuan melalui pelatihan keterampilan berbasis lingkungan efektif mendorong perubahan perilaku berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga. Dengan demikian, program ini memberikan kontribusi nyata terhadap pengurangan sampah plastik dan pencapaian SDGs 3 (Good Health and Well-Being) serta SDGs 12 (Responsible Consumption and Production).
Fungsi Seni dalam Pertunjukan Bunraku dengan Wayang Golek (Studi Komparatif) Nur Safira Din Ningrat; Eky Kusuma Hapsari; Nia Setiawati
NAWA: Journal of Japanese Studies Vol. 3 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : Departemen Sastra Jepang, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69908/zsv34y41

Abstract

The aim of this research is to knowing the comparison of art functions in Bunraku performances with wayang golek by the similarities and differences in art functions. Art functions divided into several types can be identified in Bunraku and wayang golek. This research uses literature study technique and qualitative descriptive method with theories proposed by Soedarsono (2002), Hidayat (2005) and W. Setya (2020) to determine the art functions in Bunraku and wayang golek. Based on the results of this study, it was found that Bunraku and wayang golek have 6 similarities and 5 differences in art functions. It is seen based on the performance, the use of puppets, the aesthetic value and the storyline presented in the performance. This difference can be seen from Bunraku which only functions as a means of ritual and religion, means of entertainment, means of aesthetic presentation and the stories told are also about history in the Heian and Edo periods. Meanwhile, wayang golek has a function that does not exist in Bunraku because wayang golek performances have functions as political propaganda, mass media communication and also community solidarity.