Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tradisi Papajar dan Tradisi Munggahan dalam Perspektif Sosio–Kultural Masyarakat Cianjur Dini Siti Rahmawati; Justika Ainun Mufti; Muhamad Parhan
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 13 No 1 (2024): Volume 13 Issue 1, February 2024
Publisher : Laboratory of Anthropology Department of Cultural Science Faculty of Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/etnoreflika.v13i1.2518

Abstract

Indonesia, with its multicultural society, has many traditions/cultures, including Muslims when the Holy Month of Ramadan comes. Muslims in each region have diverse traditions. This includes Cianjur people who have papajar and munggahan traditions. Papajar tradition is the one usually held today by going on excursions and eating together with the family to tourist attractions which is carried out one or two weeks before the month of Ramadan. Meanwhile, munggahan tradition is carried out in Cianjur community by gathering with family and relatives, botram or eating together, forgiving each other, praying, visiting graves which is done one or two days before the month of Ramadan. This research aims to understand values, beliefs and cultural practices underlying papajar and munggahan traditions. This research uses qualitative literature study methods from book, previous research and internet sources. What will be examined in this research are papajar tradition and munggahan tradition in welcoming the holy month of Ramadan from the socio-cultural perspective of the Cianjur community. The result of research shows that papajar and munggahan traditions are two of many traditions commonly carried out by Cianjur people, and in practice these two traditions essentially contain mutual cooperation, solidarity, tolerance, order and togetherness.
Pengaruh Model Problem Based Learning Berbantuan Games Snake Ladder terhadap Keterampilan Berpikir Kritis dan Minat Belajar Siswa Sekolah Menengah Pertama Justika Ainun Mufti; Dadang Sundawa; Erlina Wiyanarti
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 3 Agustus (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2848

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media Games Snake Ladder terhadap peningkatan keterampilan berpikir kritis dan minat belajar siswa Sekolah Menengah Pertama, serta mengevaluasi keterlaksanaan model tersebut dalam pembelajaran IPS. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya kemampuan berpikir kritis dan minat belajar siswa akibat pembelajaran konvensional yang masih mendominasi di sekolah. Model PBL dikenal mampu meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi, namun seringkali belum dilengkapi dengan media pembelajaran yang menarik. Oleh karena itu, permainan Games Snake Ladder digunakan sebagai media pendukung untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, interaktif, dan kontekstual. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain one group pretest-posttest, melibatkan siswa kelas IX SMP YAS Bandung yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian terdiri dari tes keterampilan berpikir kritis, angket minat belajar siswa, dan lembar observasi keterlaksanaan model. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada skor pretest dan posttest keterampilan berpikir kritis, serta peningkatan minat belajar siswa yang ditunjukkan melalui partisipasi aktif dan antusiasme selama pembelajaran berlangsung. Selain itu, hasil observasi menunjukkan bahwa model ini terlaksana dengan baik dan mendorong siswa untuk terlibat aktif dalam proses pemecahan masalah. Dengan demikian, integrasi model PBL dan media Games Snake Ladder terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPS di tingkat SMP. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan strategi pembelajaran inovatif yang mampu menjawab tantangan rendahnya keterlibatan dan keterampilan berpikir siswa di kelas.